RADAR PALU – Banjir melanda Kelurahan Pantoloan dan Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Minggu (11/1/2026). Bencana ini terjadi akibat luapan air sungai dari wilayah Desa Labuan setelah hujan mengguyur kawasan tersebut.
Berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), banjir terjadi sekitar pukul 11.35 WITA dan mulai dilaporkan ke petugas pada pukul 15.00 WITA. Genangan air sempat merendam permukiman warga serta sejumlah fasilitas umum di dua kelurahan tersebut.
Di Kelurahan Pantoloan, banjir berdampak pada area sekitar Fly Over Pantoloan dan sedikitnya 45 unit rumah warga. Sementara di Kelurahan Baiya, tercatat 38 unit rumah, 1 unit sekolah, dan 1 unit pasar terdampak genangan air.
BPBD juga mencatat adanya empat kepala keluarga (KK) dari Kelurahan Baiya yang memilih mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman. Meski demikian, dalam kejadian ini tidak terdapat laporan korban jiwa.
Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan assessment dan kaji cepat guna memastikan kondisi warga serta dampak kerusakan akibat banjir.
Hingga Senin (12/1/2026) pukul 12.00 WITA, BPBD melaporkan air telah surut dan kondisi di wilayah terdampak dinyatakan kondusif serta terkendali. Tim gabungan masih melakukan pembersihan sisa material banjir di lingkungan permukiman warga.
Meski situasi sudah berangsur normal, BPBD menyebut kebutuhan mendesak saat ini adalah logistik penanggulangan bencana untuk membantu warga terdampak. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan penanganan pascabanjir berjalan optimal.
Laporan kejadian ini disampaikan oleh Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Asbudianto, S.T., M.Si, sebagai bagian dari upaya pemantauan dan respons cepat bencana di wilayah Sulawesi Tengah.***
Editor : Muhammad Awaludin