Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Inflasi Sulteng Desember 2025 3,31 Persen, BPS Ungkap Biang Keroknya

Muhammad Awaludin • Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:42 WIB
Ilustrasi inflasi Sulawesi Tengah Desember 2025. BPS mencatat inflasi 3,31 persen, dipicu kenaikan harga emas perhiasan dan sejumlah komoditas utama.
Ilustrasi inflasi Sulawesi Tengah Desember 2025. BPS mencatat inflasi 3,31 persen, dipicu kenaikan harga emas perhiasan dan sejumlah komoditas utama.

RADAR PALU – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah merilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau inflasi Desember 2025. Hasilnya, Sulawesi Tengah mencatat inflasi bulanan (month to month/mtm) sebesar 0,14 persen dan inflasi tahunan (year on year/yoy) sebesar 3,31 persen.

Plt Kepala BPS Sulawesi Tengah, Imron Taufik J. Musa, menjelaskan inflasi Desember 2025 relatif terkendali dibandingkan inflasi nasional yang secara mtm tercatat 0,64 persen dan yoy 2,92 persen.

“Secara month to month, inflasi Sulawesi Tengah berada di angka 0,14 persen. Sementara secara year on year dan year to date sama-sama sebesar 3,31 persen,” kata Imron dalam rilis resmi BPS yang disiarkan melalui channel YouTube BPS, Senin (6/1/2026). 

Imron mengungkapkan, penyumbang utama inflasi bulanan Desember 2025 berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,07 persen, yang didominasi oleh kenaikan harga emas perhiasan akibat pengaruh harga global.

Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau justru mengalami deflasi secara mtm. Artinya, harga sejumlah komoditas pangan relatif lebih rendah dibandingkan Desember 2024.

Secara tahunan, inflasi Sulawesi Tengah didorong kuat oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,74 persen. Komoditas utama penyumbang inflasi yoy antara lain beras, ikan layang, dan ikan kembung. 

Dari sisi wilayah, seluruh daerah di Sulawesi Tengah tercatat mengalami inflasi tahunan. Kabupaten Tolitoli mencatat inflasi yoy tertinggi sebesar 6,13 persen, disusul Luwuk 4,28 persen, Kota Palu 2,85 persen, dan Morowali 1,89 persen.

Sementara secara bulanan, Luwuk (0,37 persen) dan Kota Palu (0,38 persen) mengalami inflasi, sedangkan Tolitoli (-0,59 persen) dan Morowali (-0,24 persen) mengalami deflasi.

“Secara umum, tren inflasi Oktober hingga Desember 2025 cenderung melandai. Ini menunjukkan efektivitas kebijakan pengendalian harga yang telah dilakukan,” pungkas Imron.***

Editor : Muhammad Awaludin
#2025 #desember #IHK #palu #Harga pangan #inflasi #sulawesi tengah #sulteng #BPS Sulteng