RADAR PALU – Kinerja ekonomi Sulawesi Tengah sepanjang akhir 2025 menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari rilis Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tengah yang disampaikan pada Senin (5/1/2026).
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Rudi Dewanto menghadiri kegiatan tersebut bersama OPD terkait, Bank Indonesia Palu, Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan, OJK, dan Bulog.
BPS melaporkan inflasi tahunan Sulawesi Tengah pada Desember 2025 sebesar 3,31 persen, masih berada dalam kisaran sasaran inflasi Bank Indonesia. Secara bulanan, inflasi tercatat relatif rendah, yakni 0,14 persen.
Di tengah dinamika harga pangan, sejumlah indikator ekonomi lainnya menunjukkan penguatan. Nilai Tukar Petani pada Desember 2025 meningkat 1,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara Nilai Tukar Usaha Pertanian naik lebih tinggi, yakni 2,73 persen.
Dari sektor perdagangan luar negeri, kinerja ekspor Sulawesi Tengah mencatat surplus signifikan. Selama periode Januari hingga November 2025, total nilai ekspor mencapai US$19.976,86 juta, sedangkan impor sebesar US$10.210,96 juta. Dengan demikian, terjadi surplus perdagangan sebesar US$9.765,9 juta.
Sektor pariwisata juga menunjukkan tren pertumbuhan. Perjalanan wisatawan nusantara asal kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah secara m-to-m naik 3,16 persen. Sementara perjalanan wisatawan tujuan daerah di Sulawesi Tengah meningkat 3,23 persen.
Tingkat okupansi hotel berbintang pada November 2025 tercatat mencapai 60,17 persen, dengan jumlah tamu menginap sebanyak 27.819 orang. Rata-rata lama menginap berada pada kisaran satu hingga dua hari.
Meski demikian, BPS mencatat adanya tekanan inflasi yang cukup tinggi di Kabupaten Toli-Toli dan Kabupaten Banggai, terutama akibat keterbatasan pasokan cabai rawit dan cabai merah. Pemerintah daerah melalui OPD teknis diminta memperkuat koordinasi lintas daerah guna menjaga stabilitas pasokan dan harga.***
Editor : Muhammad Awaludin