Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Masjid Al-Muhajirin Lembomawo, Simbol Harmoni Baru Poso di Tengah Kampung Minoritas

Talib • Sabtu, 27 Desember 2025 | 11:49 WIB

 

Masjid Al-Muhajirin Lembomawo berdiri megah tak jauh dari Gereja GKST, menjadi simbol toleransi dan harmoni baru kehidupan warga pascakonflik di Poso.
Masjid Al-Muhajirin Lembomawo berdiri megah tak jauh dari Gereja GKST, menjadi simbol toleransi dan harmoni baru kehidupan warga pascakonflik di Poso.

RADAR PALU - Dari kejauhan, kubah putih Masjid Al-Muhajirin tampak mencuat di antara rumah-rumah warga Kelurahan Lembomawo, Kecamatan Poso Kota Selatan.

Kubah warna putih itu sepenuhnya menaungi bangunan yang belum rampung, tetapi telah lebih dulu menjadi penanda bahwa Islam hadir, tumbuh, dan berdampingan secara damai di sebuah kampung yang pernah lekat dengan cerita luka.

Masjid Al-Muhajirin belum selesai 100 persen. Kamar mandi, tempat wudhu, dan pagar masih dalam pengerjaan.

pBaca Juga: Satgas Madago Raya Perkuat Harmoni Sosial di Poso

Namun setiap waktu salat, lantai masjid belum ada sajadah, dan suara mengaji anak-anak mengisi ruang dalam yang berlapis panel kuning keemasan.

Bangunan seluas 20 x 20 meter persegi itu sudah difungsikan oleh warga muslim Lembomawo yang hanya berjumlah 108 kepala keluarga.

Yang membuat masjid ini lebih dari sekadar bangunan ibadah adalah letaknya. Kurang dari 50 meter, sebuah gereja GKST berdiri megah.

Dua rumah ibadah itu berderet dibatasi rumah warga, tidak bersaing dalam tinggi atau kemegahan, melainkan berdiri sebagai penanda zaman baru: Poso yang memilih damai.

Mualim, salah satu pengurus Masjid Al-Muhajirin, menyebut masjid ini dibangun sepenuhnya oleh Haji Herman, pengusaha lokal asal Poso.

Seluruh pembiayaan, mulai dari material bangunan hingga upah tukang, ditanggung pribadi.
“Semua pembiayaan dari beliau.

Setelah pertemuan dengan seluruh panitia, usulan tersebut disepakati. Panitia pembangunan, menurut Paryono, langsung sujud syukur.

Sejak saat itu, pembangunan masjid berjalan tanpa lagi dihantui persoalan biaya.

Kini, masjid yang lama diimpikan warga muslim Lembomawo berdiri megah.
Ditargetkan rampung sepenuhnya sebelum Ramadan 2026.

Bagi warga, masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi simbol perhatian, ketulusan, dan harapan.

Harmoni di Lembomawo terasa kian nyata saat Natal tiba. Desa ini relatif tenang dan aman. Suasananya jauh berbeda dengan masa ketika Poso dilanda konflik.

Warga lintas iman hidup berdampingan, saling menghormati, dan berbagi ruang sosial yang sama.

Masjid dan gereja yang berdiri berdekatan kini menjadi saksi bahwa Poso telah melangkah jauh dari masa lalu.

Pembangunan menggeliat, aktivitas ekonomi tumbuh, dan kepercayaan antarwarga perlahan menguat.

Di Lembomawo, kubah putih dan menara gereja tidak lagi menjadi penanda perbedaan, melainkan penegasan bahwa damai adalah pilihan yang terus dirawat. (***)

Editor : Talib
#poso #masjid al muhajirin #Kelurahan Lembomawo #Gereja GKST jemaat Immanuel Palu #rumah ibadah