RADAR PALU - Seekor ikan paus sirip mati setelah dievakuasi dari area pertambangan PT Sulawesi Tambang Utama (STU) di Dusun Lambolo, Desa Ganda Ganda, Kecamatan Petasia, Morowali Utara (Morut), Jumat (12/12/2025) sore.
Paus sepanjang 16 meter tersebut diduga mati akibat leher tercekik saat proses penarikan menggunakan tugboat perusahaan yang berada di sekitar Jetty PT STU.
Kemunculan ikan paus raksasa itu pertama kali terlihat oleh karyawan PT STU yang sedang beraktivitas di area operasional tambang.
Melihat kondisi paus yang tersesat ke perairan dangkal, karyawan segera berkoordinasi dengan warga dan nelayan setempat untuk melakukan evakuasi.
"Ikan paus masuk di wilayah PT STU, kemudian ditarik kembali ke tengah laut," ujar Ecy Lamaloa, warga Lambolo saat dikonfirmasi, Jumat (12/12/2025).
Radar Palu yang coba mengkonfirmasi Burhan, Humas PT STU belum dapat tersambung.
Ecy menyebut proses evakuasi ikan paus raksasa melibatkan tugboat atau kapal penarik milik perusahaan.
Saat itu, karyawan bersama nelayan menarik paus menjauh dari area tambang agar tidak mengganggu aktivitas dan demi keselamatan hewan tersebut.
Namun, proses penarikan itu tidak berjalan ideal. Paus tersebut mengalami tekanan berat saat ditarik. Pasalnya, bagian leher paus tercekik saat penarikan berlangsung.
"Tapi kasihan pausnya sudah mati karena sepertinya lehernya tercekik tambang saat dievakuasi," imbuh Ecy.
Setelah dinyatakan mati, bangkai ikan paus tersebut kemudian dikuburkan di area jetty PT STU pada malam hari untuk mencegah bau dan dampak lingkungan.(ham)