RADAR PALU – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu menutup tahun 2025 dengan capaian signifikan. Target 7.000 paspor sepanjang tahun terlewati jauh setelah instansi itu mencatat total 11.773 paspor yang telah diterbitkan hingga Desember.
Kepala Kantor Imigrasi Palu, Pungki Handoyo, menyebut lonjakan ini tak lepas dari meningkatnya minat masyarakat mengurus paspor dan agresifnya layanan “Eazy Passport” di sejumlah wilayah luar kota seperti Tolitoli, Buol, dan Poso.
“Sudah luar biasa ya. Mudah-mudahan tahun depan makin meningkat kemauan masyarakat membuat paspor,” ujar Pungki saat konferensi pers, Jumat (12/12).
Selain penerbitan, Imigrasi Palu juga melakukan 46 pembatalan paspor. Pembatalan umumnya terjadi karena keterangan pemohon tidak sesuai kenyataan, terutama pada kasus yang diduga mengarah ke perdagangan orang (TPPO).
“Banyak yang mengaku ingin wisata, tapi indikasinya ingin bekerja secara ilegal,” jelasnya.
Pungki menegaskan bahwa Imigrasi Palu akan memperkuat layanan tahun depan, termasuk program Paspor Siaga, Paspor Simpatik, dan layanan luar kantor lainnya untuk menjangkau masyarakat lebih luas.(win)
Editor : Mugni Supardi