RADAR PALU - Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu melalui Pos SAR Morowali melaksanakan Operasi Pencarian dan Pertolongan terhadap 1 (satu) orang nelayan yang diduga jatuh dari perahu di Perairan Desa Pulau Dua, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah.
Sumber Informasi Laporan diterima dari Bapak Asdar (Camat Bungku Selatan) pada Sabtu, 06 Desember 2025 pukul 14.52 wita.
Lokasi kejadian berada di perairan Desa Pulau Dua, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, pada koordinat: 3°4'43.94"S-122°33'6.82"E Heading 131° arah tenggara dari Pos SAR Morowali. Jarak 47 NM-waktu tempuh kurang lebih 4 Jam.
Kronologi kejadian, pada Sabtu, 06 Desember 2025 pukul 06.30 wita, korban berangkat melaut menggunakan perahu jenis katinting di Perairan Desa Pulau Dua.
Pada pukul 09.00 wita, perahu korban ditemukan oleh nelayan dalam kondisi mesin masih hidup, namun korban tidak berada di atas perahu.
Pihak keluarga dan nelayan setempat melakukan pencarian, namun hingga laporan diterima korban belum ditemukan. Lalu meminta dukungan dari SAR.
Pelaksanaan Operasi SAR pada Minggu, 7 Desember 2025 pukul 07.00 wita, tim SAR gabungan melaksanakan briefing kesiapan personil dan alut serta pembagian tugas.
Selanjutnya tim bergerak melakukan pencarian pada search area yang ditetapkan menggunakan 1 unit perahu karet dan perahu nelayan dengan radius pencarian 10 NM dari lokasi kejadian.
Pada pukul 18.00 wita, tim SAR gabungan melaksanakan debriefing dengan hasil pencarian nihil. Operasi SAR akan dilanjutkan esok hari, Senin 08 Desember 2025 pukul 07.00 Wita.
Data korban, Irfan (43). Proses pencarian melibatkan tim SAR Morowali, Pos TNI-AL, Polairud, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, Pemerintah Desa, dan Nelayan setempat.
Alut yang digunakan, mobil truck personel, perahu karet, perahu nelayan, peralatan komunikasi, peralatan SAR medis, dan peralatan SAR evakuasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal, menyampaikan bahwa “Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian di area yang telah ditentukan. Semoga korban segera ditemukan dalam keadaan terbaik.”(ndr)
Editor : Muchsin Siradjudin