Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pemkab Sigi Pastikan Penanaman Perdana Padi di Lahan Cetak Sawah Baru Dimulai Akhir 2025

Muchsin Siradjudin • Rabu, 10 Desember 2025 | 15:43 WIB
LAHAN: Inilah salah satu calon lahan, yang akan digarap menjadi sawah baru di Kabupaten Sigi.(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).
LAHAN: Inilah salah satu calon lahan, yang akan digarap menjadi sawah baru di Kabupaten Sigi.(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).

RADAR PALU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah memastikan penanaman perdana padi pada kawasan cetak sawah baru akan dimulai pada akhir tahun 2025.

Program nasional tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan daerah melalui peningkatan luas lahan pertanian produktif.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sigi, Afit Lamakarate mengatakan bahwa hingga saat ini proses pengerjaan cetak sawah baru masih terus berjalan di sejumlah titik.

Ia menegaskan bahwa suatu lokasi hanya dapat dinyatakan selesai apabila kondisi lahannya benar-benar siap untuk ditanami.

“Untuk tahap awal, yang memungkinkan dilakukan penanaman pada tahun ini berada di Desa Tulo Rarantea dan Desa Beka, dengan total luas sekitar 24 hektare. Penanaman perdana itu direncanakan berlangsung pada Desember,” kata Afit saat ditemui di Desa Kalukubula, Sigi, Rabu (10/12/2025)

Menurut Afit, progres pengerjaan cetak sawah baru di Kabupaten Sigi telah mencapai sekitar 30 persen dari target keseluruhan 1.200 hektare.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 303 hektare sudah melewati proses Survei Investigasi Desain (SID) dan telah dilakukan kontrak pengerjaan dengan pelaksana kegiatan, yakni Kodim 1306 Kota Palu.

“Program cetak sawah baru ini merupakan bagian dari arahan nasional dalam rangka memperluas lahan tanam, khususnya padi, untuk menjaga ketersediaan pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap suplai dari luar daerah,” ujarnya.

Afit menambahkan, dari 303 hektare lahan yang telah dikontrakkan, sebanyak 210 hektare berada di Kecamatan Lindu.

Namun pengerjaan di wilayah tersebut menghadapi beberapa kendala teknis, terutama terkait akses menuju lokasi. Salah satunya ialah proses pembukaan jalan ke arah Wongkodono yang membutuhkan waktu cukup panjang, yakni sekitar satu bulan.

“Medan menuju lokasi di Lindu memang cukup berat. Pembukaan akses jalan menjadi salah satu pekerjaan yang menyita waktu dan tenaga. Meski begitu, pelaksanaan di lapangan terus berjalan,” katanya.

Lebih jauh, Afit menjelaskan bahwa kontrak pengerjaan cetak sawah baru sebenarnya telah berakhir pada 30 November 2025.

Namun pemerintah pusat memutuskan untuk melakukan adendum kontrak hingga 31 Desember 2025, sekaligus membuka opsi penggunaan Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) sebagai mekanisme lanjutan apabila pengerjaan melampaui batas tahun berjalan.

“Dengan adanya kebijakan ini, maka proses cetak sawah bisa dilanjutkan sampai tahun berikutnya dengan tambahan waktu sekitar 90 hari. Harapan kami, semua pekerjaan dapat terselesaikan dengan baik agar petani dapat segera memanfaatkan lahan tersebut,” jelasnya.

Afit juga menegaskan bahwa Pemkab Sigi berkomitmen untuk memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai standar teknis, sehingga lahan yang dicetak benar-benar siap digunakan dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di daerah tersebut.(gel)

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Pemkab Sigi #Program pencetakan sawah baru #Penanaman perdana padi #Akhir tahun 2025