Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Festival Ayam Bambu Kulawi Perkuat Identitas Budaya dan Kuliner Sigi

Muchsin Siradjudin • Minggu, 30 November 2025 | 16:02 WIB
FESTIVAL: Pemkab Sigi menggelar Festival Ayam Bambu, Sabtu (29/11/2025).(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).
FESTIVAL: Pemkab Sigi menggelar Festival Ayam Bambu, Sabtu (29/11/2025).(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi melalui Dinas Pariwisata menggelar Festival Ayam Bambu di Kecamatan Kulawi.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (29/11/2025), dan menjadi ruang untuk menampilkan kekayaan kuliner tradisional Kulawi Raya.

Selama festival berlangsung, masyarakat dan tamu undangan dipersilakan menikmati sajian ayam bambu secara gratis sebagai bentuk kebersamaan dan penghormatan terhadap tradisi lokal.

Ayam bambu merupakan makanan khas warisan leluhur di empat kecamatan, yaitu Pipikoro, Kulawi, Kulawi Selatan, dan Lindu. Meski namanya sama, setiap wilayah memiliki ciri khas tersendiri.

Pipikoro bahkan dikenal sebagai daerah dengan varian ayam bambu paling beragam.

Di Pipikoro, terdapat empat varian resep berbeda. Ada ayam bambu yang dimasak tanpa bawang dan penyedap, hanya menggunakan garam, daun serai, dan daun lemon.

Ada pula varian yang menggunakan batang pisang muda serta lengkap dengan bawang merah dan bawang putih.

Varian lainnya dicampur daun ubi dengan bumbu dasar rica dan bawang, sementara varian keempat adalah ayam bambu yang dicampur dengan ubi.

Proses memasaknya tetap dipertahankan secara tradisional. Bumbu dicampur bersama potongan ayam, lalu dimasukkan ke dalam batang bambu dan ditutup daun pisang sebelum dibakar di atas bara panas.

Khusus di Lindu, ayam bambu biasanya disantap dengan pulut hitam yang dimasak menggunakan santan dan garam, sehingga menciptakan cita rasa yang lebih lengkap.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan kuliner, melainkan juga cerminan kekayaan budaya, kearifan lokal, dan identitas masyarakat Sigi, khususnya dari wilayah Kulawi, Kulawi Selatan, Lindu, dan Pipikoro yang kaya akan nilai tradisi.

"Ayam Bambu adalah salah satu kuliner khas yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur kita. Cara memasaknya yang unik di dalam bambu tidak hanya menghadirkan citarasa khas, tetapi juga menggambarkan kedekatan masyarakat dengan alamnya," ujar Bupati.

Bupati menilai Festival Ayam Bambu menjadi sarana penting untuk memperkenalkan kuliner lokal kepada masyarakat luas dan wisatawan.

Lebih lanjut, kata dia, Pemkab Sigi mendorong agar ayam bambu dapat menjadi identitas kuliner daerah yang layak dipromosikan hingga tingkat nasional.

Ia juga mengajak pelaku UMKM untuk berinovasi dalam penyajian dan pemasaran agar kuliner ini memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Selain itu, Bupati menegaskan perlunya melibatkan generasi muda dalam pelestarian tradisi memasak ayam bambu.

Ia berharap festival ini dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan untuk menarik wisatawan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kulawi Raya.

Festival Ayam Bambu turut dihadiri pimpinan OPD, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Sigi, serta jajaran Forkopimda yang memberikan dukungan terhadap pengembangan budaya dan pariwisata lokal.(gel)

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Perkuat identitas kuliner daerah #Dukungan pengembangan budaya dan pariwisata lokal #Festival Ayam Bambu #Kulawi