Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Sentuhan Damai FKUB Sulteng: Prof Zainal Abidin Tegaskan Umat Terbaik Ialah yang Membawa Manfaat

Talib • Sabtu, 22 November 2025 | 22:19 WIB

 

Prof. Zainal Abidin bersama pengurus FKUB Sulteng saat sosialisasi moderasi beragama di Desa Sibedi, Sigi.
Prof. Zainal Abidin bersama pengurus FKUB Sulteng saat sosialisasi moderasi beragama di Desa Sibedi, Sigi.

 

RADAR PALU - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin M.Ag menyampaikan sosialisasi tentang rencana tempat pemakaman khusus umat Budha di Desa Sibedi, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, pada Sabtu sore 22 November 2025.

Kehadiran Prof Zainal Abidin dalam sosialisasi ini didampingi secara lengkap oleh pengurus FKUB dari 5 agama termasuk pejabat teras FKUB Sulteng di antaranya Sekretaris Umum, Dr. H. Muh. Munif Godal, MA, dan Wakil Sekretaris, Agustinus Motoh, S.H.

Prof Zainal mengawali sambutan dan arahannya dengan menjelaskan pondasi dasar seluruh agama yang mengajarkan kebaikan.

"Seluruh agama di muka bumi ini mengajarkan perdamaian dan kedamaian," jelas Prof Zainal Abidin.

Sehingga kata Prof Zainal, jika seseorang mengamalkan ajaran agamanya dengan baik dan benar akan selalu menebar perdamaian dan kedamaian serta tidak suka bertikai dengan siapa pun.

Dalam Islam, Prof Zainal mengemukakan jika ada landasan dalilnya di dalam Alquran jika Allah menciptakan manusia ini berbeda untuk saling mengenal antara satu dengan yang lain.

Prinsip inilah menurut Prof Zainal Abidin yang perlu difahami serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya kira dengan adanya pekuburan di atas sini kalian (masyarakat) juga sudah saling mengenal dengan kawan-kawan dari agama Budha. Akan bertambah saudara kita. Ajaran Islam tidak melarang kita berteman dengan siapa saja," jelasnya.

Praktik-praktik seperti ini lanjut Prof Zainal telah dicontohkan sejak zaman Nabi Muhammad, S.A.W.

Dalam suatu riwayat, Nabi di zamannya ketika itu pernah menerima pendeta-pendeta dari Najran untuk berdialog. Nabi pun menerima para pendeta itu berdialog di masjid.

Saat sedang berdialog, para pendeta itu menyampaikan kepada Nabi bahwa waktunya mereka untuk beribadah. Nabi pun mengizinkan para pendeta itu beribadah di samping masjid.

"Coba kita lihat, bagaimana damai itu menjadi bagian dari kehidupan beragama," jelasnya.

Prof Zainal menegaskan Nabi saja membolehkan masjid menjadi tempat dialog dengan penganut agama lain bahkan membolehkan para pendeta itu untuk beribadah.

Di akhir penyampaiannya, ulama kharismatik itu menegaskan jika ajaran Islam menekankan pentingnya memberikan manfaat kepada orang lain.

Nabi Muhammad, S.A.W telah menyatakan jika manusia yang terbaik ialah manusia yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain, bukan hanya kepada sesama islam, tetapi bermanfaat kepada orang lain tanpa memandang agama apa pun.

"Coba komiu bayangkan, kalau kawan-kawan Budha bahagia, komiu persilakan mereka punya kuburan di sana.

Tenang mereka antar jenazah. Mereka akan bilang luar biasa orang Desa Sibedi membahagiakan kami di tengah kedukaan. Ini namanya manusia yang berguna bagi orang lain," jelasnya.

Kepala Desa Sibedi, Rahmat Saleh menyambut baik kehadiran FKUB Sulteng menyampaikan sosialisasi ini sehingga pertanyaan dan keraguan masyarakat dapat terjawab.

Rahmat menyampaikan sempat dihentikannya pekerjaan di area pemakaman umat Budha itu karena ada sedikit miskomunikasi yang terjadi.

Pasca penghentian pekerjaan yang dilakukan itu, pihaknya terus memfasilitasi dengan melakukan dialog dan sosialisasi sehingga kini masyarakat telah menerima secara baik kehadiran pemakaman umat Budha yang dilakukan Yayasan Karuna Dipa di desa itu.

Dialog kata dia telah beberapa kali dilakukan dan dialog kali ini semakin memantapkan hati mereka bahwa kehadiran pemakaman umat Budha di desa itu juga memberikan dampak positif bagi desa tersebut.

Yayasan Karuna Dipa lanjut Rahmat telah memfasilitasi berbagai kebutuhan fasilitas umum di desa tersebut seperti penyediaan tempat wudhu di masjid hingga bantuan rangka pagar untuk warga di jalan poros.

Selain itu, dalam kesempatan itu juga, Rahmat menyampaikan beberapa permintaan masyarakat yang dapat dikolaborasikan dengan Yayasan Karuna Dipa.

"Kami bersepakat dan sudah mengambil kesimpulan, bahwa pihak yayasan silakan menggunakan lokasi tersebut untuk pemakaman," katanya.

Dialog sosialisasi ini turut dihadiri Ketua FKUB Kabupaten Sigi, Sofyan Nur, para tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan dan tokoh masyarakat desa Sibedi serta pihak Yayasan Karuna Dipa, Budi Darma dan beberapa pengurus yayasan yang sempat hadir. ***

Editor : Talib
#moderasi beragama #Prof Zainal Abidin #FKUB Sulteng #Desa Sibedi #pemakaman Budha