Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pemkab Morowali Peringati Hari Kesehatan Nasional ke 61 Tahun 2025, Generasi Sehat Masa Depan Hebat

Muksin Sirajuddin • Senin, 17 November 2025 | 16:23 WIB
UPACARA : Wabup Morowali, Iriane Iliyas, menjadi irup upacara HKN.(FOTO: SUPRIYONO/RADAR PALU).
UPACARA : Wabup Morowali, Iriane Iliyas, menjadi irup upacara HKN.(FOTO: SUPRIYONO/RADAR PALU).

RADAR PALU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali baru saja melaksanakan upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional di halaman Kantor Bupati Morowali Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah dan bertindak sebagai Inspektur upacara Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional dengan mengambil tema "Generasi Sehat Masa Depan Hebat" .

Hadir pula dalam upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional, Wakapolres Morowali Kompol Awaluddin, anggota Forkopimda, para peserta upacara dan hadirin undangan lainnya, Senin(17/11/2025).

Bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) Wakil Bupati (Wabup) Morowali Iriane Iliyas, membacakan sambutan dari Menteri Kesehatan RI.

Dalam sambutannya Menteri mengatakan, ada 84 anak Indonesia hari ini akan mencapai usia produktif pada tahun 2025. Tepat satu abad Indonesia merdeka. Kita hanya memiliki dua dekade lagi untuk memastikan mereka tumbuh sebagai generasi yang sehat tangguh Dan unggul. Dan tema generasi sehat, masa depan hebat.

Pada hari kesehatan nasional ke 61 adalah Seruan pengingat bagi kita semua, bahwa kualitas kesehatan hari ini menentukan peradaban bangsa hari esok.

Empat tahun terakhir, kita telah menapaki transformasi kesehatan Indonesia sebagai pondasi menuju masa depan tersebut. Fokus kita bergeser dari mengapa mengobati orang sakit, menjadi, menjaga orang sehat tetap sehat.

Transformasi kesehatan harus tetap terus kita gelorakan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan akses yang mudah kualitas yang terbaik, dan biaya yang terjangkau.

Dalam kurun satu tahun ini, tiga program terbaik tercepat,Bapak presiden di bidang kesehatan telah menunjukkan hasil yang signifikan lebih dari 52 juta orang menyadari pentingnya deteksi dini, penyakit dengan mengikuti cek kesehatan gratis(CKG), yang juga berdampak pada peningkatan cakupan streaming TB, semoga menjangkau lebih dari 20 juta orang.

Sejalan dengan upaya pencegahan tersebut di berbagai pelosok negeri, demi mewujudkan kualitas pelayanan kesehatan yang merata. Di tahun 2025 ada 32 dari 66 locus peningkatan RSUD sejalan dengan target.

Capaian enam pilar transformasi kesehatan menunjukkan bukti nyata kerja keras dan kolaborasi seluruh Insan kesehatan Indonesia. Hari kesehatan nasional, ke 61 adalah momentum refleksi dan apresiasi atas capaian strategis yang kita telah raih bersama, sekaligus ajakan terus melanjutkan gerakan bersama ini.

Pilar pertama, transformasi layanan primer sebagai layanan yang paling dekat dengan masyarakat. Sebanyak 8.348 Puskesmas telah menerapkan integrasi layanan primer. Untuk pertama kalinya, prevalensi stunting balita turun di bawah 20 persen, dia itu mencapai 19,8 persen.

Sebanyak 324.380 kader kesehatan telah dilantik dengan 25 keterampilan dasar. Sistem surveylans penyakit lebih cepat terintegrasi, dengan kapasitas laboratorium kesehatan masyarakat yang meningkat di seluruh provinsi.

Pilar kedua, transformasi layanan rujukan pendekatan mutu dan pelayanan rumah sakit. Percepatan peningkatan pelayanan rumah sakit rujukan di 514 kabupaten kota melalui program Pengampuan penyakit prioritas utama: kanker, jantung,stroke,unronefrologi.

Saat ini 29 provinsi sudah mampu melaksanakan bedah jantung terbuka, 29 provinsi sudah mampu melakukan clipping dan 8 Provinsi sudah mampu melakukan STA- MCA Bypass pada kasus stroke.

Pilar ketiga, transformasi sistem ketahanan kesehatan , penunjang kesediaan obat, vaksin dan alat kesehatan dalam negeri, 10 dari 14 antigen vaksin program imunisasi rutin telah mampu diproduksi dalam negeri.

Wabup berharap seluruh pegawai dan pejabat pemerintah baik di pusat maupun daerah dapat melakukan gerakan perubahan, cara pikir dan cara kerja menuju birokrasi yang kompeten, aku tabel, dan Selaras dalam mengawal, dan transformasi kesehatan.

“Mari Jadikan hari kesehatan nasional ke 61 ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen, menumbuhkan optimisme jangan melanjutkan transformasi kesehatan Indonesia. Mari terus membangun kesehatan dimulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat sekitar, di Desa,Kota/ Kabupaten provinsi hingga seluruh Indonesia. Hari individu dan keluarga yang sehat raga dan jiwanya, akan lahir masyarakat yang kuat, demi menyongsong tercapainya Indonesia Emas 2045, “ tutupnya(pri)

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Gerakan perubahan #Generasi Sehat Masa Depan Hebat #Pemkab Morowali #Peringati Hari Kesehatan