RADAR PALU – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) catur yang dilaksanakan di Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) 7 – 12 November 2025, diikuti 600 orang pecatur dari seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) se Indonesia.
Tim Pengprov Percasi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengirim 20 atletnya di semua kelompok usia, baik itu junior, wanita, umum sampai kelas veteran.
Kejurnas merupakan ajang adu prestasi para atlet catur diseluruh Indonesia, sehingga kejurnas ini menjdi magnit dan rebutan para pecatur untuk bisa lolos pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) dan bisa ikut Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
Di ajang Kejurnas, prestasi dan reputasi diukur di sini, sebagai kasta tertinggi. Dimna para juaranya akan memperoleh gelar Master Nasional (MN), dan gelar catur lainnya.
Di tengah kekecewaan para atlet catur utusan Pengprov Percasi Sulteng, yang harus berjuang secara sendiri-sendiri alias upaya sendiri para Pengrus Cabang (Pengcab) daerah kabupaten. Disebakan Pengprov Percasi Sulteng tidak memberikan sepeserpun bantuan dana.
Demikian halnya Kejurda di Poso pada tahun 2025, digelar tanpa hadiah bonus sepeserpun.
“Sehingga, begitu beralasan bila Sulteng gagal meraih prestasi. Justru Pengprov Percasi Gorontalo mampu meraih 6 emas, dan 4 orang memperoleh gelar Master Nasional.
Sementara Percasi Sulteng dari semua klompok usia tidak satupun yang meraih medali, “ beber Djoni Hatimura, atlet catur veteran Sulteng yang terjun di Kejurnas di Mamuju, Sulbar.
“ Sekalipun demikian, utusan pecatur dari Kabupaten Buol yang turun di kelas veteran bisa masuk 10 besar, yakni Djoni Hatimura, “ sebutnya.
Kekecewaan beruntun ini menyulut intrsopeksi kepada para Pengcab Percasi se kabupaten/kota se Sulteng akan berencana melakukan mosi tidak percaya kepada Pengprov untuk diturunkan dari kepengurusan Percasi Sulteng.
Karena dianggap gagal, dan tidak mampu menakhodai organisasi yang memiliki moto gens una sumus ini di Sulteng.
Walau demikian, usaha keras Pengcab-pengcab ini mampu juga mengikutsertakan kursus pelatih sebanyak 5 orang (Buol 2 orang, Morowali 1 orang, Parigi Moutong (Parimo) 1 orang , Kota Palu 1 orang.
Kemudian Wasit Percasi dari Buol 1 orang, Kota Palu 1 orang, Morowali 1 orang, Donggala 1 orang, Parimo 1 orang. Ini adalah murni swadaya daerah yang sebagian mendapat dukungan dari Pemda setempat.
“Kedepannya pada keikutsertaan Kejurnas catur tahun 2026 di Provinsi Banten, Pengprov Percasi Sulteng telah memiliki pengurus yang kredible, dan mampu mengurus organisasi ini dengan baik, “ demikian Djoni Hatimura, yang dijuluki “Singa Parlemen” dari Buol.(mch)
Editor : Muchsin Siradjudin