Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kemerdekaan Lahir dari Kesabaran, Keberanian, Kejujuran, Kebersamaan, dan Keikhlasan

Muksin Sirajuddin • Selasa, 11 November 2025 | 16:47 WIB
PIMPIN UPACARA : Wabup Morowali, Iriane Ilyias, memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025).(FOTO: SUPRIYONO/RADAR PALU).
PIMPIN UPACARA : Wabup Morowali, Iriane Ilyias, memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025).(FOTO: SUPRIYONO/RADAR PALU).

RADAR PALU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali, baru saja melaksanakan upacara peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember 2025.

Bertindak sebagai Inspektur upacara (Irup) Wakil Bupati (Wabup) Morowali Iriane Iliyas, Komandan upacara Letda Laut Sutrisno.

Hadir pula Ketua DPRD Morowali Herdianto Marzuki, Kapolres Morowali AKBP Zulkarnain, Dandim 1311 Morowali Letkol Inf Abraham S.Panjaitan yang diwakili Kasdim 1311 Mayor Nofry Poli, Danyon 825 Garuda Yudha Sakti Letkol Inf Alkomar, seluruh Kepala OPD, para peserta upacara dan hadirin undangan, Senin(10/11/2025).

Irup Iriane Iliyas, membacakan sambutan Menteri Sosial RI Syaifullah Yusuf, dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, mereka berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa bahkan belum yang mereka kenal, ya itu kita semua yang berdiri di sini hari ini.

“Para pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan,tidak jauh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan, “ ucapnya.

Disebutkannya, ada tiga hal yang harus kita teladani dari para pahlawan bangsa. Pertama, kesabaran para pahlawan bangsa.

Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan oerjuangan.

Dari kesabaran itulah, lahir kemenangan karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa tetapi di tempat oleh waktu dan keikhlasan.

Kedua, semangat untuk mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya.

Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak merebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah.

Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.

Ketiga, pandangan jauh ke depan. Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanat kemanusiaan.

Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama; membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satupun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.

Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

Sebagaimana para pahlawan yang telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerja bergerak dan berdampak.

" Pahlawanku teladanku terus bergerak melanjutkan perjuangan, " tutupnya. (pri)

 

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Pahlawan #Memberikan segalanya #Kejujuran dan keberanian #Kemerdekaan lahir dari kesabaran