Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Giliran Proyek Belasan Miliaran Labkesmas Dinkes Parimo Disebut-sebut Bakal Molor

Muksin Sirajuddin • Selasa, 4 November 2025 | 16:27 WIB
MOLOR : Proyek pembangunan  Labkesmas Dinkes Parimo, juga molor.(FOTO: ROY LASAKKA/RADAR PALU).
MOLOR : Proyek pembangunan Labkesmas Dinkes Parimo, juga molor.(FOTO: ROY LASAKKA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Selain Puskesmas Torue, proyek Labkesmas milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, senilai Rp13.200.000.722,00,- disebut-sebut bakal molor dari batas waktu pengerjaan pada 23 Desember 2025.

Proyek yang dimulakan pembangunannya pada 12 Juni 2025, berbandrol APBD Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik 2025, yang terletak di jalur dua Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi ini, diketahui dikerjakan oleh CV Kalukubula Sulteng.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek, Chandra, menjelaskan berdasarkan laporan dari pihak pelaksana per 31 Oktober 2025, progres pembangunannya telah mencapai -2 persen.

Di mana, pada pekan sebelumnya, proyek Labkesmas tersebut baru mencapai -4 persen. Hal itu menandakan pembangunannya sudah ada percepatan yang dilakukan oleh pihak pelaksana.

Namun, pembangunan Labkesmas tersebut tetap memerlukan percepatan untuk terus mengejar sisa bobot yang tertinggal agar bisa diselesaikan sesuai jadwal rencana.

“Kami juga sudah memberikan arahan agar terus menambah tenaga kerja dan jam lembur,” katanya.

Ditanya terkait, apakah proyek Labkesmas tersebut bakal molor atau tidak, Chandra mengaku belum bisa memastikan hal itu. Sebab, proses pengerjaan Labkesmas tersebut masih dalam tahap pengerjaan.

“Makanya kami belum bisa memastikan, apakah akan molor atau tidak. Begitu soal apa yang akan dilakukan jika terjadi molor, kami belum bisa memberikan penjelasan,” ungkap Chandra saat dihubungi via telepon WhatsApp pada Senin (03/11/2025).

Sementara, pelaksana proyek Labkesmas Dinkes Parimo, Hidayat, yang dikonfirmasi di lokasi pembangunan mengaku optimis pengerjaannya akan rampung tepat waktu. Meskipun menurutnya, secara kasat mata progress pembangunannya tampak belum maksimal.

Ia menjelaskan, saat ini progres pekerjaan fisik telah mencapai sekitar 62 persen. Sementara, 38 persen sisanya merupakan pengadaan material dan peralatan.

Menurutnya, keterlambatan di lapangan lebih disebabkan oleh tahapan teknis yang membutuhkan ketelitian, bukan karena kurangnya kinerja tim.

“Kalau dilihat sekilas memang belum tampak signifikan, tapi pekerjaan di dalam bangunan terus kami kebut. Ada beberapa bagian seperti lantai epoksi dan dinding antibakteri yang harus diselesaikan secara berurutan agar hasilnya maksimal,” jelas Hidayat.

Ia menambahkan, pemasangan sistem pendingin udara (AC) dan beberapa perangkat pendukung lainnya juga tengah berlangsung. Proses itu memerlukan koordinasi teknis agar seluruh sistem bisa terpasang dengan baik sebelum akhir tahun.

“AC-AC belum bisa dipasang kalau pekerjaan di dalam belum tuntas. Jadi bukan kami abaikan tampak luarnya, tapi metode kerja memang menyesuaikan tahapan instalasi dalam ruangan,” tuturnya.

Ia lantas menyebut, meski progres fisik baru mencapai 62 persen, pihaknya optimistis proyek dapat selesai sesuai target kontrak pada 23 Desember 2025.

“Secara hitung-hitungan, kami optimis bisa rampung tepat waktu. Apalagi pengadaan material besar seperti fastbook, pasbuk, dan ACP sudah berjalan. Proyek ini berbeda dengan pengadaan alat kesehatan (alkes),” tandasnya. (roy)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Dilanjutkan pekerjaan #Bernilai miliaran #Diprediksi molor #Proyek Labkesmas Parimo