RADAR PALU – DPRD Sulawesi Tengah kedatangan massa aksi yang membawa beragam aspirasi, sebagai tuntutan utama mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, dan massa aksi.
Dari spanduk dan orasi yang mereka sampaikan, terlihat akan menyampaikan masalah PETI dan investasi sawit.
“Reformasi formula DBH. Usut tuntas dan hentikan kasus PETI. Tolak investasi sawit, “ tertera dalam spanduk yang diusung massa aksi.
Massa aksi dan mahasiswa diterima oleh Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Sulawesi Tengah H. Zainal Abdin Ishak, S.Sos, dan Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Sulawesi Tengah Ir. Elisa Bunga Alllo, MM.
Kedua Wakil Ketua Komisi DPRD Sulawesi Tengah ini menerima dan mencermati semua tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa, dan massa aksi lainnya.
“ Sudah begitu banyak upaya yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan DPRD Sulawesi Tengah untuk menertibkan tambang bermasalah di Sulawesi Tengah, termasuk di Kabupaten Parigi Moutong dan lainnya, “ kata H. Zainal Abidin Ishak saat merespon aspirasi yang disampaikan massa aksi.
Sementara itu, kepada media ini, Radar Palu Jawa Pos, Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Sulteng, Elisa Bunga Allo mengatakan, mengenai perkebunan sawit yang permasalahan lahannya cukup banyak mengemuka, dan termasuk pencurian buah segar di beberapa tempat.
“Ini sangat penting untuk ditangani secara baik dan bersama. Baik oleh Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi, demi kepentingan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Sulteng yang semakin nampak perkembangannya. Utamanya, dalam rangka peningkatan PAD sehingga tuntutan mahasiswa dan harapan masyarakat ini perlu untuk ditindak lanjuti. Tentu sesuai dengan mekanisme yang berlaku, “ tegas Elisa, kepada massa aksi.
Usai menyampaikan aspirasinya, massa aksi bergeser menuju Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, dan diterima langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid.(mch)
Editor : Muchsin Siradjudin