Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Ditabrak Siswa SMP, Pengacara Korban Nilai Pihak Sekolah Lalai Awasi Siswa

Syahril. • Senin, 6 Oktober 2025 | 16:19 WIB
SAMPAIKAN KELUHAN : Korban tabrakan, Hasbi (tengah) bersama dengan Penasehat Hukumnya, Minggu (5/10/2025).
SAMPAIKAN KELUHAN : Korban tabrakan, Hasbi (tengah) bersama dengan Penasehat Hukumnya, Minggu (5/10/2025).

RADAR PALU - Penasehat Hukum (PH) Hasbi, korban kecelakaan lalu lintas di salah satu desa di Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Rivkiyadi menyesalkan sikap pihak sekolah yang memberikan izin siswanya membawa kendaraan pada jam belajar.

Korban ditabrak oleh salah seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah tersebut menggunakan motor trail pada Sabtu 9 Agustus 2025 lalu sekitar pukul 10.00 Wita. “Pihak sekolah harus lebih ketat dalam memberikan pengawasan terhadap murid-muridnya yang membawa kendaraan ke sekolah,” kata Rivkiyadi saat ditemui di Palu, Minggu (5/10/2025).  

Rivki menjelaskan pihak sekolah seyogyanya tidak mengizinkan siswa untuk keluar dari lingkungan sekolah jika masih pada waktu belajar. Sekalipun ada keperluan di luar sekolah, sebab hal itu, dikhawatirkan dapat menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan. “Seperti si anak P yang disuruh oleh gurunya untuk membeli cat, akhirnya menabrak klien kami,” paparnya. 

Sekalipun itu keperluan sekolah sambung Rivki, tidak harus murid yang membelinya. Bisa saja kata dia, disampaikan ke murid ketika pulang sekolah untuk dibawa esok hari, guna menghindari hal-hal yang tidak terduga di jalan ketika berkendara.

Selain itu, Rivkiyadi juga tidak membenarkan tindakan orang tua yang mengizinkan anak dibawah umur bebas berkendara di jalan, terlebih sampai kebut-kebutan. 

“Apalagi anak itu menggunakan motor trail yang tinggi dan sangat sulit dikendalikan atau diimbangi bagi anak-anak dibawah umur. Sehingga sangat membahayakan pengendara lainnya, seperti yang terjadi antara anak P dengan klien kami pak Hasbi,” sebutnya.

Seharusnya orang tua harus lebih bisa mengawasi dan mengontrol anak dalam berkendara, sekalipun anak itu sudah mahir dalam berkendara. 

“Karena walaupun sudah mahir berkendara, namanya anak, pikirannya masih labil. Jadi pikiran anak itu banyak yang ingin selalu coba-coba. Mau coba kebut-kebutan. Hal tersebut sangat tidak dibenarkan dalam berkendara. Oleh karenanya saya memohon agar para orang tua, khususnya orang tua dari anak P untuk lebih berhati-hati lagi dalam mengizinkan anak berkendara,” harapnya.

Selain itu, pihaknya berharap para pihak yang seharusnya bertanggung jawab dengan adanya insiden ini, agar menjadikan hal ini sebagai pembelajaran. “Tidak hanya dalam kasus ini, tetapi juga pembelajaran bagi kita semua dan semoga hal yang serupa tidak terjadi lagi,” pungkasnya.

Terpisah, pihak sekolah saat coba konfirmasi, hingga berita ini ditulis kepala SMP tersebut belum memberikan keterangan. (ril)

Editor : Syahril.
#Hasbi #Rio Pakava #donggala #korban kecelakaan lalu lintas