RADAR PALU – Ketua Perkumpulan Pengusaha Industri Hasil Hutan (PPIHH) Sulawesi Tengah (SUlteng), Hasanudin Mangge, menanggapi rencana pembangunan jalan tembus Air Terang (Kabupatenh Buol) – Bolano (Kabupaten Parigi Moutong) sejauh 89 km, memiliki potensi penghasilan yang cukup besar.
Kepada Radar Palu Hasanudin mengkalkulasi potensi hutan akibat pembukaan jalan sepanjang 89 km, kalau poros jalan 8 meter kemudian tebangan matahari 12 meter, maka jumlah semua konversi 20 meter x 89.000 = 1.750 Rp 11,3 miliar.
"Ini akan menjadi pemasukan negara, yang disebut PSHH masuk ke kas negara. Maka perlu diturunkan tim dari Dinas Kehutanan dan PKH untuk melakukan taksasi kayunya, dalam hal ini Canhut Kementerian Kehutanan. Secara teknis dibahas, " kata Hasanudin.
Baca Juga: Antusias Siswa PAUD Pelita Hati Bersama Wawali Kota Palu Nikmati dan Belajar Mitigasi Bencana
"Oleh karena itu, akibat pembukaan lahan untuk jalan 89 km uang masuk pada negara Rp 11,3 miliar. Saya minta Kadis Kehutanan, kepala KPH Buol Pogogul dan KPH Parimo untuk menghitung luasan hutan tersebut, " serunya.
Baca Juga: Mengenal Sesar Palu Koro, Dan Bom Seismik yang Pernah Ditimbulkan 28 September 2018
“Dengan adanya proyek ini, 60 km Buol tersisa 29 km Parimo, harus melihat dan memanfaatkan potensi hutan. Ini adalah energi baru untuk kedua kabupaten bisa turunkan kayu dari proyek tersebut, " bebernya.
Dikatakannya, pelaksana teknis hutan harus turun, baik dari Buol maupun Parimo sehingga bisa ditaksasi lahan yang dibuka menjadi jalan tersebut. Pada prinsipnya anggota ISWA dan KPPIHH Sulteng siap untuk membeli. Sehingga kayu ini ada harganya atau bisa bernilai.
" Saya akan bertemu dengan Bupati Buol, menangani potensi atau isi hutan yang akan dijadikan jalan provinsi Air Terang – Bolano, jangan sampai pemain kayu nanti tau duluan dari pada pemerintah, " katanya lagi.(mch)
Editor : Muchsin Siradjudin