RADAR PALU - Perayaan Kota Palu yang kini memasuki usia ke-47 tahun menjadi momentum dan menjadi ajang refleksi sekaligus peneguhan optimisme untuk terus membangun kota yang modern, tangguh, serta ramah bagi seluruh rakyatnya.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam sambutannya menyampaikan bahwa usia 47 tahun harus dijadikan titik tolak memperkuat optimisme bersama.
Menurutnya, Palu kini tidak hanya membanggakan masyarakatnya, tetapi juga harus menjadi teladan bagi daerah lain.
"Dengan tata kelola pemerintahan yang baik, pelayanan publik yang berkualitas, serta masyarakat yang produktif dan harmonis, Palu bisa menjadi wajah Sulawesi Tengah yang membanggakan kita semua," ujar Anwar Hafid dalam sambutannya pada Sabtu (27/9/2025).
Ia mengingatkan kembali bahwa Kota Palu pernah menghadapi masa-masa sulit, khususnya bencana gempa, tsunami, dan likuefaksi pada tahun 2018. Namun, dengan kekuatan iman, semangat persatuan, serta dukungan seluruh bangsa, Palu berhasil bangkit kembali.
"Kota yang porak-poranda itu kini kita saksikan kembali menata diri menuju wajah yang lebih modern, tangguh dan ramah bagi rakyatnya," ujarnya.
Selain itu, Gubernur Anwar juga menyinggung potensi besar Kota Palu yang harus terus dioptimalkan. Mulai dari keindahan Teluk Palu, kerajinan tradisional tenun Donggala, karya khas Kaili, hingga kuliner lokal yang mulai dikenal luas. Menurutnya, semua ini dapat menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Anwar Hafid juga menegaskan, beberapa capaian besar turut mewarnai perjalanan Palu hingga usia 47 tahun. Kehadiran Panglima Kodam yang menjadi penegak kekuatan di Sulawesi Tengah dan Bandara Internasional SIS Al-Jufrie disebutnya sebagai simbol peningkatan derajat Kota Palu.
"Insya Allah tahun 2027, Kota Palu juga akan menjadi tuan rumah Pornas ke-9. Kita berharap ribuan pegiat olahraga tradisional dari seluruh Indonesia hadir di kota ini," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Zudan Arif Fakrulloh selain memberikan ucapan selamat atas HUT Kota Palu, dirinya juga memberikan pesan khusus kepada para pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) di Kota Palu.
Ia menekankan pentingnya bersyukur karena telah menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, masuk dalam sistem ASN berarti harus bekerja berdasarkan pengabdian, disiplin, serta menjunjung tinggi Panca Prasetya Korpri.
"Yang pertama, syukuri nikmat ini. Yang kedua, cara bersyukurnya adalah dengan bekerja ikhlas, profesional, dan penuh dedikasi," ujarnya.
Kepala BKN juga mengingatkan agar para P3K tidak berhenti belajar. Ia mendorong ASN Palu untuk memahami regulasi dan peraturan yang menjadi dasar kerja, seperti UU Administrasi Pemerintahan, UU ASN, hingga peraturan disiplin pegawai.
"Dengan memahami aturan itu, kita bisa melangkah lebih tinggi untuk Kota Palu dan Indonesia," tegasnya.
Peringatan HUT ke-47 Kota Palu ini diharapkan menjadi momentum memperkokoh optimisme seluruh elemen masyarakat. Dengan semangat gotong royong, era digital, era hijau, dan keterbukaan global, Kota Palu diyakini mampu melangkah maju tanpa kehilangan jati dirinya.(rna)
Editor : Mugni Supardi