Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Uta Dada Festival Wujudkan Harmoni Budaya dan Kuliner, Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Masyarakat Sigi.

Muksin Sirajuddin • Minggu, 21 September 2025 | 15:01 WIB

BUDAYA KULINER : Bupati Sigi, Moh. Rizal Intjenae, membuka budaya kuliner bersama jajaran pemerintah daerah.(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).
BUDAYA KULINER : Bupati Sigi, Moh. Rizal Intjenae, membuka budaya kuliner bersama jajaran pemerintah daerah.(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).


RADAR PALU - Suasana penuh kehangatan dan kekayaan budaya tersaji dalam Telusur Rasa (Uta Dada Festival) yang digelar Dinas Pariwisata Kabupaten Sigi di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Al-Asmaul Husnah, Desa Binangga, Kecamatan Marawola, Sabtu (20/09/2025).

Acara ini berhasil menyatukan pemerintah, pelaku UMKM, serta masyarakat dalam sebuah perayaan yang memadukan tradisi, kuliner, dan promosi produk unggulan daerah.

Bupati Sigi, Moh. Rizal Intjenae, hadir langsung bersama jajaran pemerintah daerah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa festival ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang mampu memperkuat sektor pariwisata dan pertanian, sekaligus melestarikan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Sigi.

“Kabupaten Sigi memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang luar biasa. Melalui festival ini, kita tidak hanya merawat tradisi kuliner, tetapi juga membuka ruang untuk memperkenalkan produk-produk unggulan daerah kita kepada masyarakat luas,” ujar Bupati Rizal.

Festival ini semakin bermakna dengan penyerahan Sertifikat Komunal Kekayaan Intelektual dari Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah serta label halal untuk sejumlah produk lokal. Kedua capaian tersebut menjadi langkah penting bagi UMKM Sigi untuk semakin percaya diri menembus pasar lokal, regional, hingga nasional.

Hadir dalam kesempatan itu anggota Forkopimda Kabupaten Sigi, Wakil Bupati, Ketua dan Wakil Ketua TP-PKK, Ketua Dharma Wanita, Sekretaris Daerah, para kepala OPD, serta pelaku UMKM yang menampilkan beragam produk olahan khas daerah. Ribuan warga juga turut memadati area festival, menikmati sajian kuliner dan hiburan bernuansa budaya.

Selain merayakan warisan kuliner, Uta Dada Festival menjadi ruang promosi produk lokal yang kini mulai dikenal luas, di antaranya Bawang Panggang dan Kopi Dombu, yang telah menembus pasar nasional.

Kehadiran festival ini diharapkan bukan hanya menguatkan identitas budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat Sigi.

Dengan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Uta Dada Festival diharapkan mampu melahirkan kebanggaan kolektif yang mengangkat nama Kabupaten Sigi di panggung yang lebih luas, melalui harmoni antara budaya, kuliner, dan produk unggulan daerah.(gel)

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Harmoni budaya dan kuliner #Motor penggerak ekonomi dan kesejahteraan #Kearifan Lokal #Uta Dada Festival #kabupaten sigi