RADAR PALU – Kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kota Palu berbuntut pernyataan tegas dari Anggota DPR RI, Longki Djanggola. Politikus Gerindra asal Sulawesi Tengah itu menilai ada kelalaian dalam pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Menurutnya, dapur MBG seharusnya menjalankan prosedur ketat dalam memilih bahan baku, mengolah, hingga mendistribusikan makanan.
"Semua bahan yang tidak layak harus ditolak sejak awal. Makanan juga harus fresh, bukan sisa atau dimasak sejak malam hari," ujar Longki, Jumat (19/9).
Ia bahkan memberi peringatan keras agar ikan jenis tertentu, seperti tuna, cakalang, dan ekor kuning, tidak lagi digunakan karena rawan menimbulkan alergi. "Kalau sudah melek, kandungan alergen tinggi. Itu bisa berbahaya," tegasnya.
Longki juga mengingatkan, bila ada lagi dapur yang lalai, konsekuensinya tidak hanya pemutusan kerja sama, tetapi bisa masuk ranah hukum.
"Ini soal nyawa anak-anak. Jangan sampai ada yang main-main," tandasnya.
Ia menekankan bahwa program MBG adalah program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, ia berharap semua pihak, dari mitra usaha hingga tenaga ahli gizi, bekerja dengan penuh tanggung jawab.
"Tanamkan bahwa anak-anak yang diberi makan itu adalah anak kita sendiri, pasti akan lahir semangat memberi yang terbaik," tutup Longki.***