Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

PDAM Poso Butuh Pompa Air Baru, Optimalkan Distribusi Air kepada Pelanggan

Muksin Sirajuddin • Kamis, 18 September 2025 | 14:13 WIB
Husai Kaluti (FOTO: BUDIYANTO WIHARTO/RADAR PALU).
Husai Kaluti (FOTO: BUDIYANTO WIHARTO/RADAR PALU).

 

RADAR PALU - PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Poso memerlukan pompa baru untuk mengoptimalkan distribusi air kepada pelanggan. Sebab pompa yang ada sekarang sudah tidak efisien karena kondisinya yang tua dan sering rusak. Demikian disampaikan Dirut PDAM Poso, Husai Kaluti, Selasa (17/9).

"Kenapa distribusi air ke pelanggan sering terganggu? Karena kondisi pompa yang ada sekarang sudah tua sehingga tidak maksimal saat beroperasi," jelas dia.

"Sesungguhnya kita butuh pompa baru. Karena tiga pompa yang ada usianya semua sudah puluhan tahun," tambah mantan pejabat di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso ini.

Menurut Husai Kaluti, kondisi pompa (sentrifugal) PDAM yang sudah uzur dan perlu diganti baru sudah disampaikan ke pihak Pemkab dan DPRD Poso. Tapi sayang, usulan yang selalu disuarakan di hampir tiga tahun masa kepemimpinannya di PDAM Poso belum direspon positif. Padahal harga per-unit pompa tidak terlalu mahal, yaitu berkisar Rp 450 juta.

"Tidak harus sekalian beli tiga. Biar satu saja dulu sudah lumayan. Tahun depannya beli dan ganti lagi yang satu. Bertahap," ujarnya.

Selain pompa baru, PDAM Poso juga butuh water meter atau meteran air. Mengingat saat ini sangat banyak pelanggan yang meteran airnya rusak, hingga berdampak pada meruginya perusahaan karena penggunaan air yang berlebih dan tidak terkontrol. Water meter yang rusak juga berpengaruh pada distribusi air yang tidak merata.

"Yang meteran airnya rusak airnya melimpah, sementara dipihak lain aliran airnya kecil karena air di meteran rusak mengalir terus," ungkap Husai Kaluti.

Kepada Radar Palu, Husai Kaluti juga menyinggung soal kebutuhan PDAM akan dana penyertaan modal.

"Personel lengkap dan siap. Sumber air baku juga melimpah. Tapi kalau tidak ada anggaran bagaimana kita bisa kerja memanfaatkan sumber daya yang ada," tukasnya.

Dia sangat yakin, jika PDAM diberi suntikan dana cukup oleh Pemkab, semua masalah yang terkait dengan distribusi air kepada pelanggan akan teratasi dengan aman.

Husai Kaluti juga membuka penyebab air PDAM yang di beberapa wilayah dalam kota Poso sempat mati beberapa hari terakhir kemarin. Dibilangnya, penyebabnya karena sambungan pipa pada jaringan pipa induk Tangkura-Kota Poso lepas di Kelurahan Moengko.

"Sebenarnya kalau dikerja bagus oleh kontraktornya usia sambungan pipa itu minimal 25 tahun baru bisa lepas atau rusak. Tapi karena tidak maksimal kerjanya ya seperti yang terjadi kemarin, sering lepas di sambungan-sambungan pipanya. Padahal baru berapa tahun usia pekerjaannya," tutupnya.(bud)

 

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#PDAM Poso #Kepada pelanggan #Optimalkan distribusi air #Butuh pompa air baru