Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kabupaten Sigi Raih Stand Paling Komunikatif, di Ajang APKASI Otonomi Expo 2025

Muksin Sirajuddin • Minggu, 31 Agustus 2025 | 14:50 WIB
MENGHADIRI : Bupati Sigi, Moh. Rizal Intjenae, bersama Ketua TP PKK Sigi dan Ketua DWP Sigi di penutupan APKASI Otonomi Expo 2025, Sabtu (30/08/2025).(FOTO : ISTIMEWA/RADAR PALU).
MENGHADIRI : Bupati Sigi, Moh. Rizal Intjenae, bersama Ketua TP PKK Sigi dan Ketua DWP Sigi di penutupan APKASI Otonomi Expo 2025, Sabtu (30/08/2025).(FOTO : ISTIMEWA/RADAR PALU).

 

RADAR PALU – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, bersama Ketua TP PKK Sigi dan Ketua DWP Sigi menghadiri penutupan APKASI Otonomi Expo 2025 yang berlangsung di Hall 5 ICE BSD, Tangerang, Banten, Sabtu (30/08/2025).

Acara penutupan tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, bersama Ketua Umum APKASI. Expo yang berlangsung sejak 28 Agustus dan dibuka oleh Presiden RI itu resmi berakhir pada 30 Agustus 2025.

Dalam berbagai hal, Menko Zulkifli Hasan menyinggung arah kebijakan Presiden Prabowo yang saat ini fokus menata kembali politik dan ekonomi nasional.

Baca Juga: Bawaslu Sigi Gelar Penguatan Kelembagaan Kepemiluan 2025, Lakukan Evaluasi dan Perkuat Strategi

Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu dibenahi adalah konsentrasi permodalan di perbankan nasional, di mana lebih dari 50 grup besar menguasai sebagian besar modal di bank-bank milik negara.

Baca Juga: PT LTT Bangun MCK untuk Warga Polanto Jaya, Diharapkakn Kesehatan Semakin Terjaga

Selain itu, ia menyoroti ketimpangan distribusi aset, terutama penguasaan lahan antara pemodal besar dan masyarakat yang mencapai perbandingan 80:20.

“Presiden ingin meluruskan kembali cita-cita bangsa dengan membatasi penetrasi pasar besar agar tidak masuk hingga tingkat kecamatan dan desa,” ujar Zulkifli Hasan.

Untuk mendukung redistribusi modal kepada masyarakat, Presiden menekankan pentingnya pembentukan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara Indonesia). Lembaga ini diharapkan mampu menghidupkan kembali sektor-sektor industri strategis yang dulu dikuasai Indonesia, seperti baja, pupuk, hingga industri pertahanan.

Baca Juga: Merasa Prihatin, Kader PKS Sulteng Berdoa untuk Keselamatan Bangsa

Zulkifli Hasan juga menambahkan bahwa penataan politik menjadi perhatian penting Presiden, terutama terkait tingginya biaya politik yang terus meningkat.

Baca Juga: Kaya Tambang tapi Minim Hasil, Gubernur Anwar Hafid Kritik UU 23/2014

Pada momen penutupan tersebut, Kabupaten Sigi berhasil mencatat prestasi dengan meraih penghargaan sebagai Stand Paling Komunikatif di APKASI Otonomi Expo 2025.

Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan itu. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh perangkat daerah yang berkomitmen memperkenalkan potensi Sigi di kancah nasional.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan potensi Sigi, baik di bidang pariwisata, pertanian, maupun UMKM. Partisipasi di Expo ini juga menjadi sarana memperluas jejaring dan membuka peluang investasi bagi masyarakat Sigi,” ujar Rizal.(gel)



Editor : Muchsin Siradjudin
#raih stand paling komunikatif #kabupaten sigi #Menghidupkan #Sektor industri strategis #APKASI Otonomi Expo 2025