RADAR PALU - Dengan mengangkat tema ‘Membangun Kesiapsiagaan Masyarakat Melalui Edukasi Evakuasi Bencana Banjir Yang Aman dan Efektif di Desa Torue dan Tolai Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong’ empat orang dosen yang diketuai oleh Selvi Alfrida Mangundap. S Kp. M Si dari Poltekkes Kemenkes Palu menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Torue pada 28-29 Juli 2025.
Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor Camat Torue ini dibuka langsung oleh Sekretaris Camat Desa Torue Hendarsyah.SP.,M.Si
Selvi Alfrida Mangundap mengatakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan ini merupakan suatu amanah dari profesi mereka sebagai seorang dosen dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kami terpanggil untuk melakukan kegiatan ini, kita tahu bahwa Torue ini beberapa waktu lalu dilanda banjir bandang cukup parah, sehingga oleh kondisi itu kami terpanggil untuk bisa hadir di masyarakat mencoba mencarikan salah satu solusi yang bisa dilakukan oleh masyarakat dalam hal memitigasi diri, keluarga maupun warga pada saat sebelum terjadinya banjir, bahkan apa yang dilakukan jika banjir itu terjadi dan pada saat banjir telah selesai,” jelasnya kepada Radar Palu.
Lanjut Selvi, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap serta tindakan masyarakat tentang kesiapsiagaan masyarakat melalui edukasi evakuasi bencana banjir yang aman dan efektif.
Untuk peserta sendiri terdiri dari Kepala Desa Torue, Kepala Desa Tolai, dan Kepada Desa Astina yang wilayahnya turut dilewati oleh bencana banjir pada tahun 2022 silam.
Selain itu juga dihadiri oleh pihak Puskesmas Torue, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, dan tokoh perempuan.
Selain dirinya, tiga dosen Poltekkes Kemenkes Palu yaitu Nurlela Umar.S Kep. Ns M Kes yang ahli dibidang kebencanaan, Rina Tampake S Pd S Kep Ns M Med Ed ahli dibidang Medical Education, dan Andi Bungawati. SKM M Si ahli dibidang kesehatan lingkungan.
“Jadi dua profesi ini bersama-sama mengedukasi masyarakat agar supaya jika sebelum terjadi banjir apa yang dilakukan, dan setelah terjadinya banjir apa yang dikerjakan,” lanjut Selvi.
Kata Selvi, sebelum dimulainya kegiatan pihaknya terlebih dulu menyebarkan kusioner untuk mengukur sejauh mana pengetahuan para peserta, kemudian juga mengedukasi dengan menggunakan media leaflet dan di akhir diputarkan video tentang bagaimana mitigasi jika terjadi bencana banjir.
“Di kegiatan ini para peserta yang berjumlah kurang lebih 30 orang ini cukup antusias, banyak yang memberi pertanyaan. Info dari Sekcam rupanya juga kami tim pertama yang datang untuk mengedukasi khusus banjir, selama ini tim yang datang itu lebih umum, dan kami memang khusus untuk bencana banjir,” terang Selvi.
Selvi berharap, dari kegiatan ini masyarakat bisa mengerti dan apa yang disampaikan bisa diterapkan. Apalagi karena yang hadir ada Kepala Desa dan beberapa tokoh penting, pihaknya berharap ketika mereka memahami bagaimana melakukan mitigasi atau kesiapsiagaan terhadap bencana, mereka akan menjadi corong tim pengabdian dari Poltekkes Kemenkes Palu.
“Baik dari lingkungan keluarga mereka masing-masing, maupun mereka bisa menjadi penyambung mulut kami ketika ada pertemuan-pertemuan dengan warga, mereka bisa menyampaikan informasi yang kami sudah berikan,” sebutnya.
Dia juga menambahkan, karena di daerah Parigi Moutong ada daerah yang terdampak banjir di tahun 2025 ini, sehingga mudah-mudahan ke depan tim pengabdian dari Poltekkes Palu juga bisa berbagi ilmu di wilayah lain seperti di Palasa, Bolano dan daerah Tinombo.
“Semoga masyarakat bisa tangguh, tanggap terhadap bencana banjir yang bisa terjadi terkait dengan situasi alam di Sulteng,” tutupnya.
Di akhir kegiatan kami menyerahkan berupa Papan Titik Kumpul yang nantinya akan menjadi tempat berkumpulnya warga jika terjadi bencana banjir. Menurut warga masyarakat bahwa memang pihak Desa maupun Kecamatan belum memilikinya dan itu menjadi salah satu kebutuhan masyarakat khususnya di daerah yang rawan bencana.(***)
Editor : Mugni Supardi