Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

DPRD Morut Desak Perbaikan Jalur Vital Bungintimbe-Bahonsuai, Berkoordinasi Pemprov Sulteng dengan BPJN Sulteng

Muksin Sirajuddin • Rabu, 16 Juli 2025 | 12:27 WIB
PERTEMUAN : Tiga Anggota DPRD Morowali Utara menemui Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido di ruang kerjanya sebelum menemui Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Senin (14/7/2025). (FOTO : ISTIMEWA)
PERTEMUAN : Tiga Anggota DPRD Morowali Utara menemui Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido di ruang kerjanya sebelum menemui Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Senin (14/7/2025). (FOTO : ISTIMEWA)

 

RADAR PALU - Anggota DPRD Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, lintas Komisi menemui Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah di Palu, Senin (14/07/2025). Kunjungan ini terkait jalur vital di Desa Bungintimbe, Kecamatan Petasia Timur yang kerusakannya makin parah.

Jalan Trans Sulawesi di Bungintimbe rusak parah sepanjang 3,2 kilometer. Kondisi itu membuat warga sulit beraktivitas, mengganggu kelancaran transportasi, serta memicu gangguan kesehatan dan berpotensi menimbulkan konflik sosial.

Kondisi yang terus berlarut itu memaksa DPRD Morut mendesak Pemprov Sulteng turun tangan membahasnya dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulteng.

Sejak awal 2025, laporan warga soal jalan nasional rusak di Morowali Utara terus berdatangan. Jalan penuh lubang, aspal mengelupas, hingga permukaan jalan berubah menjadi kubangan lumpur saat hujan.

Menyikapi keluhan masyarakat, Wakil Ketua Komisi I DPRD Morut, Arman Marunduh, bersama dua anggota dewan, Kisran dan Mastam Mustaring, melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Sulteng, Reni Lamadjido.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Sekretaris Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulteng. Mereka mendesak Pemprov Sulteng  segera berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama BPJN Sulteng agar kerusakan ruas Bungintimbe-Bahonsuai segera diatasi.

"Kami menemui Pak Gubernur, dan Ibu Wakil Gubernur untuk mengoordinasikan penanganan kerusakan jalan nasional Bungintimbe-Bahonsuai. Masyarakat sudah gelisah, bahkan sempat berencana menutup jalan nasional tersebut,” ungkap Arman.

Politisi Gerindra itu menegaskan, kondisi jalan nasional Bungintimbe-Bahonsuai sangat krusial. Jalur ini menjadi satu-satunya akses darat penghubung ke Kabupaten Morowali. Jika jalan nasional terus rusak, bukan hanya warga yang terdampak, melainkan juga aktivitas industri yang menopang perekonomian daerah.

"Ini desakan langsung dari masyarakat. Kalau jalur ini lumpuh, aktivitas kendaraan pribadi dan logistik industri akan terganggu. Imbasnya, ekonomi daerah pun tersendat," kata Arman.

Sementara itu anggota Komisi II DPRD Morut dari PKS, Mastam Mustaring, menyebut kondisi jalan tersebut sudah tidak bisa ditunda lagi penanganannya. Ia bersama rekan-rekan DPRD dari Partai Gerindra dan Hanura sepakat mendorong Pemprov Sulteng agar bersikap proaktif.

"Ruas Bungintimbe ini sangat vital. Setiap hari terjadi kemacetan panjang. Apalagi saat hujan, jalan berubah jadi kubangan lumpur. Ini jalur utama ke kawasan industri Morowali,” jelas Mastam.

Senada rekannya, anggota Komisi III DPRD Morut dari Partai Hanura, Kisran juga menuntut pemerintah pusat ikut turun tangan. Ia meminta Gubernur Sulteng segera mengomunikasikan masalah ini hingga ke tingkat Presiden Prabowo Subianto, agar perbaikan cepat terwujud.

"Kami minta perhatian serius karena jalan ini penting untuk aktivitas masyarakat dan industri. Kami khawatir kerusakan memicu konflik sosial," kata Kisran.

Sebelumnya diberitakan, menanggapi desakan DPRD dan keluhan masyarakat Morut, BPJN Sulteng memastikan penanganan kerusakan jalan nasional Bungintimbe-Bahonsuai akan dilakukan.

Proyek perbaikan sepanjang 3,2 kilometer direncanakan lewat skema kerja sama dengan perusahaan-perusahaan tambang yang beroperasi di sekitar jalur tersebut, seperti PT SEI, PT Bumanik, PT GNI, dan PT NNI.

Stenly, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4.3 di lingkungan Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah IV, mengungkapkan, rencana pekerjaan meliputi rigid pavement atau pengecoran beton bertulang dan pembuatan saluran U-Ditch untuk memperkuat drainase.

"Kami sudah bertemu perusahaan tambang. Saat ini menunggu surat minat mereka. Setelah itu, kami lanjut ke penandatanganan Pakta Integritas dan Perjanjian Kerja Sama di Kementerian PUPR Jakarta,” ujar Stenly dihubungi Radar Palu, Minggu (13/7/2025).

Stenly menjelaskan, kerusakan jalan dipicu lalu lintas kendaraan berat yang melintas melebihi Muatan Sumbu Terberat (MST) 10 ton. Selain itu, aktivitas penyiraman jalan secara terus-menerus oleh perusahaan tambang memperparah kerusakan karena membuat permukaan jalan becek.

BPJN telah mengeluarkan surat imbauan kepada pihak perusahaan agar penyiraman dilakukan secara terkontrol dan berinterval waktu demi menjaga stabilitas permukaan jalan.

Sambil menunggu realisasi proyek rigid pavement, BPJN Sulteng melakukan penanganan darurat di ruas Bungintimbe-Bahonsuai.

Tindakan sementara mencakup penggalian saluran air untuk mengatasi genangan saat hujan, penutupan lubang jalan dengan material sementara, serta pembangunan saluran beton mortar sepanjang 650 meter di Betelme dan depan Masjid Tompira.

"Kami tetap bekerja, menyesuaikan kondisi keuangan dan efisiensi anggaran. Namun solusi permanen adalah rigid pavement,” tegas Stenly.(ham)



Editor : Muchsin Siradjudin
#Desak perbaikan #DPRD Morut #sulawesi tengah #Jalan vital #BPJN Sulteng