RADAR PALU – Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik literasi yang dilaksanakan 280 mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) Palu di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menempati 28 desa/kelurahan.
Kegiatan KKN 280 mahasiswa Untad Palu ini ditandai dengan acara pelepasan di auditorium Kantor Bupati Parimo yang dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Ir. Lewis, Senin (07/07/2025).
Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Untad Palu yang juga selaku penanggungjawab, DR. Syamsul Arifin, M.Sc., menyampaikan pengerahan 280 mahasiswa dalam kegiatan KKN ini berkaitan dengan peningkatan literasi masyarakat.
Ia menyebutkan, 280 mahasiswa tersebut merupakan gabungan dari 10 fakultas yang ada di Untad Palu.
Selain itu, mahasiswa yang diturunkan untuk melaksanakan KKN di Kabupaten Parimo ini merupakan mahasiswa yang memiliki kemampuan beristeraksi dengan masyarakat dengan tujuan meningkatkan literasi masyarakat di desa maupun kelurahan lokus.
“Sebanyak 280 mahasiswa yang akan melaksanakan KKN tematik literasi di 28 desa/kelurahan di Kabupaten Parimo adalah yang terbaik dan memiliki kemampuan untuk meningkatkan literasi di masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik di Sekretariat Daerah (Setda) Parimo, Ir. Lewis, menyampaikan kehadiran mahasiswa KKN tematik literasi ini bukan hanya sebuah rutinitas akademik. Melainkan, bagian dari perjalanan pengabdian yang mulia. Selain itu, sebagai jembatan dunia ilmu pengetahuan.
“Kehadiran mahasiswa dalam program KKN ini adalah hasil dari perencanaan dan komitmen yang kuat dari LPPM untuk menjembatani dunia akademik dengan realitas sosial masyarakat,” katanya.
Menurutnya, kegiatan KKN literasi tematik ini memiliki nilai strategis yang luar biasa. Sebab, literasi hari ini bukan hanya soal kemampuan membaca dan menulis. Namun, juga mencakup literasi digital, literasi informasi hingga literasi budaya dan kewargaan.
“Turunlah ke masyarakat dengan hati yang tulus dan pikiran terbuka. Dengarkan masyarakat, pahami kebutuhan mereka dan bangunlah interaksi partisipatif dan memberdayaan. Kami juga berharap, adik-adik mahasiswa dapat menjadi motor penggerak bagi pertumbuhan budaya baca dan minat belajar di desa maupun kelurahan tempat kali ditugaskan,” ungkapnya.(cr5)
Editor : Muchsin Siradjudin