RADAR PALU – Pelaksanaan pembelajaran daring di SMP Negeri 20 Palu menghadapi sejumlah kendala, mulai dari jaringan internet yang tidak stabil, pemadaman listrik, hingga keterbatasan telepon genggam dan kuota internet siswa.
Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 20 Palu, Maintan, S.Pd., mengatakan pemadaman listrik sempat mengganggu kegiatan belajar melalui Zoom dan Google Meet. Saat pembelajaran berlangsung, sejumlah siswa mengeluhkan kondisi tersebut.
“Kemarin saja sementara Zoom Meet, anak-anak mengeluh, ‘Ibu, lowbat HP-ku, mati lampu di Kayumalue’,” kata Maintan saat diwawancarai, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga: Komisi II DPRD Sulteng Dorong Ranperda Penyelenggaraan Pertanian Perkuat Perlindungan Petani
Selain kendala listrik dan jaringan, keterbatasan perangkat juga menjadi hambatan bagi sebagian siswa. Menurut Maintan, kondisi siswa berbeda-beda. Ada yang memiliki telepon genggam, tetapi tidak memiliki kuota internet untuk mengikuti pembelajaran.
“Kan tidak sama, ada yang punya HP, ada HP tidak ada data,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, pembelajaran daring dilakukan sesuai jadwal mata pelajaran, tetapi kegiatan belajar berlangsung dari rumah. Guru menggunakan Google Classroom untuk mengirimkan materi, video penjelasan, dan tugas kepada siswa. Sebelum materi diberikan, pembelajaran juga dilakukan melalui Zoom atau Google Meet.
Baca Juga: Puluhan Personel Polresta Palu Donor Darah, Peringati HUT Humas Polri ke-75
Maintan mengatakan, penggunaan aplikasi pembelajaran juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Sebagian siswa belum memahami cara menggunakan aplikasi atau mengirimkan tugas sehingga guru perlu memberikan penjelasan berulang kali.
“Apalagi kita pakai aplikasi, aplikasi itu kan ada plus minusnya. Ada anak-anak tidak tahu menggunakan, dia tidak tahu kirim, nah itu dijelaskan lagi, jelaskan lagi,” tuturnya.
Meski pembelajaran daring tetap dilaksanakan sesuai jadwal, Maintan menilai pembelajaran tatap muka lebih baik karena guru dapat berinteraksi langsung dengan siswa.
Baca Juga: DKISP Morowali Gelar Road to School, Edukasi Siswa tentang Keamanan Digital
Sementara itu, Guru Matematika SMP Negeri 20 Palu, Muh. Ikbal Almahdali, S.Pd., menjelaskan bahwa guru melaksanakan pembelajaran dari rumah karena kondisi jaringan internet di sekolah tidak stabil. Selain itu, revitalisasi sekolah menyebabkan beberapa jaringan Wi-Fi tidak berfungsi.
"Terus di sekolahnya kami juga ada
revitalisasi, jadi ada beberapa Wi-Fi yang tidak hidup. Untuk agar normal jaringan,
guru-guru mengirim dari rumah, kontrol siswanya ya di rumah," jelas Ikbal.
Melalui Google Classroom, guru mengirimkan materi, video penjelasan, dan tugas kepada siswa. Pembelajaran juga dilakukan melalui Zoom atau Google Meet sebelum materi diberikan.
Baca Juga: Sebanyak 11 Anggota Polres Poso Dipecat Dengan Tidak Hormat
Terkait kemungkinan kembali ke sekolah, Maintan mengatakan keputusan tersebut masih melihat perkembangan cuaca. Jika kondisi membaik, siswa kemungkinan dapat kembali bersekolah pada Kamis.***
Editor : MOH FATHAHILA