Lulusan Widyaloka Palu Cepat Kerja, Ini Bekal yang Dibutuhkan Industri

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 14:03 WIB
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sulteng Rudi Dewanto menghadiri Graduation Ceremony Widyaloka Palu Angkatan 2025/2026 di Hotel Grand Sya, Sabtu (19/9). Sebanyak 133 peserta didik mengikuti prosesi kelulusan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sulteng Rudi Dewanto menghadiri Graduation Ceremony Widyaloka Palu Angkatan 2025/2026 di Hotel Grand Sya, Sabtu (19/9). Sebanyak 133 peserta didik mengikuti prosesi kelulusan.

 

RADAR PALU – Langsung direkrut perusahaan setelah menjalani kerja praktik menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan lulusan Widyaloka Palu. Pengalaman tersebut menjadi gambaran bagaimana pendidikan profesi satu tahun berupaya menjawab kebutuhan dunia kerja.

Sebanyak 133 peserta didik Widyaloka Palu Angkatan 2025/2026 mengikuti Graduation Ceremony di Hotel Grand Sya, Sabtu (19/9).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, Rudi Dewanto, menyebut perekrutan alumni oleh perusahaan tempat mereka menjalani praktik maupun simulasi industri sebagai salah satu indikator kualitas lulusan.

Baca Juga: Mayat Bayi Perempuan Ditemukan dalam Tas di TPA Kawatuna

“Tidak gampang suatu perusahaan langsung merekrut kalian. Ini adalah bukti kualitas lulusan Widyaloka,” ucap Rudi saat mewakili Gubernur Sulawesi Tengah.

Menurut dia, perpaduan teori, praktik, dan simulasi industri menjadi bagian penting dari proses pendidikan yang dijalankan lembaga tersebut.

Pola pembelajaran itu juga dinilai menjadi salah satu alasan program pendidikan profesi satu tahun Widyaloka diminati masyarakat.

Baca Juga: Islah Langkah Terbaik, IPHI Ahmad Yani Buktikan di Kepanitiaan Muktamar

Bekal Kerja Tak Cukup Hanya Keterampilan Teknis

Kebutuhan industri yang terus berkembang turut mendorong Widyaloka Palu menyesuaikan materi pembelajarannya.

Direktur Widyaloka Palu, Nirwan Hudri, mengatakan lembaganya mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ke dalam sejumlah mata kuliah.

Selain teknologi, penguasaan bahasa asing juga menjadi perhatian. Widyaloka membuka program pendidikan multiprofesi plus Bahasa Mandarin untuk merespons kebutuhan perusahaan di kawasan industri Morowali.

Perusahaan di kawasan tersebut, menurut Nirwan, membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Mandarin.

“Sejak awal berdiri Widyaloka bertujuan melahirkan tenaga kerja multiskill di berbagai bidang kerja yang ditunjang kemampuan teknologi yang tinggi,” jelasnya. .

Baca Juga: Kapolda Sulteng, Gubernur dan Bupati Parimo Digugat ke PTUN Palu soal Tambang Kayuboko

Penyesuaian tersebut menjadi bagian dari upaya Widyaloka membekali peserta didik dengan kemampuan yang relevan dengan perkembangan industri.

Lulusan Punya Dua Pilihan Setelah Wisuda

Peluang setelah menyelesaikan pendidikan profesi tidak hanya terbatas pada mencari pekerjaan. 

Baca Juga: Morut Bawa Pulang Rp1,5 Miliar dari Penghargaan Pendidikan Kemendagri

Rudi mengatakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyediakan akses informasi lowongan kerja melalui portal SIPEKERJA yang dapat dimanfaatkan para lulusan.

Sementara itu, bagi lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tersedia program BERANI Cerdas Kuliah dengan fasilitas pembiayaan UKT gratis bagi mahasiswa ber-KTP Sulawesi Tengah, di mana pun mereka kuliah.

“Semoga adik-adik bisa memberi warna bagi pembangunan Sulawesi Tengah,” kata Rudi.

Bagi 133 peserta didik yang mengikuti wisuda, kelulusan menjadi awal untuk memasuki dunia kerja atau melanjutkan pendidikan.

Tantangannya, bekal keterampilan yang diperoleh selama satu tahun pendidikan perlu terus dikembangkan agar mampu mengikuti perubahan kebutuhan industri.***

Editor : Muhammad Awaludin
Widyaloka Palu Lulusan Widyaloka Pendidikan Profesi Palu Lowongan Kerja Sulteng Bahasa Mandarin Morowali