RADAR PALU – Suasana Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 20 Palu berubah menarik ketika empat siswa maju satu per satu dan berbicara menggunakan bahasa asing.
Bahasa Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin terdengar dari atas panggung Aula Sinergitas BPSDM Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (27/8).
Keempat siswa tersebut tampil di hadapan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny A. Lamadjido. Kemampuan mereka berbicara dalam empat bahasa itu sontak mendapat perhatian.
Baca Juga: Kelompok Tani Binaan IMIP Olah Sampah Organik Jadi Bernilai
Bagi Reny, kemampuan tersebut bukan sekadar menunjukkan keberanian siswa tampil di depan orang banyak. Penguasaan bahasa asing juga dapat menjadi modal untuk membangun kepercayaan diri dan memperluas wawasan.
“Terima kasih bapak ibu guru yang sudah mendidik murid-muridnya bisa bahasa asing sampai empat bahasa,” kata Reny.
Ia kemudian menyemangati para siswa agar tidak membatasi cita-cita. Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan harus dimanfaatkan untuk terus mengembangkan potensi masing-masing.
Baca Juga: Ungkap Detik-Detik Pembunuhan, Polresta Palu Gelar Pra Rekonstruksi
Reny bahkan melemparkan kemungkinan bahwa suatu hari salah seorang siswa SRT 20 Palu dapat berada di posisi yang sama seperti dirinya.
“Tidak menutup kemungkinan ada di antara adik-adik yang mengikuti saya menjadi wakil gubernur di masa depan,” ujarnya.
Bukan Sekadar Sekolah
SRT 20 Palu merupakan bagian dari program Sekolah Rakyat yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program tersebut dirancang untuk memberikan akses pendidikan sekaligus kesempatan pengembangan diri yang lebih luas.
Penampilan empat siswa dengan bahasa berbeda menjadi gambaran kecil dari potensi yang bisa tumbuh ketika anak-anak mendapatkan ruang dan kesempatan untuk belajar.
Reny berharap para siswa terus mempertahankan semangat belajar dan berani mengejar cita-cita tanpa menjadikan kondisi ekonomi keluarga sebagai batas.
Baca Juga: KPRS BRI Gandeng Puluhan Developer di Sulteng, Percepat Akses Rumah Subsidi
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap program Sekolah Rakyat yang diarahkan untuk membantu memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
“Terima kasih Pak Presiden yang sudah membuat Sekolah Rakyat ini sehingga semua anak-anak di Sulteng bisa sederajat dengan anak-anak lain di Indonesia,” tuturnya.
Open House SRT 20 Palu turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng Firmanza DP, Kepala SRT 20 Palu Anita, perwakilan Satker Kemensos lingkup Sulteng, orang tua siswa, serta insan pendidikan.***
Editor : Muhammad Awaludin