RADAR PALU-Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Palu kembali menorehkan capaian penting dalam pengembangan sarana pendidikan. Ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Ruang Kelas Belajar (RKB) serta Gedung Laboratorium Terpadu dan Perpustakaan, Kamis pagi (6/8/2026), madrasah tersebut memasuki babak baru dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Dr H Junaidin SAg MA, di dua titik lokasi pembangunan di lingkungan MAN 1 Palu, Jalan Jamur, Kelurahan Duyu.
Baca Juga: Hasil Donasi MAN 1 Palu Diserahkan untuk Siswa MAN 2 Padang Korban Banjir
Dua paket pembangunan tersebut dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pendidikan madrasah.
Kegiatan itu dihadiri para pejabat di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah, tokoh masyarakat, lurah, serta kepala MI, MTs, dan MA se-Kota Palu.
Momentum tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MAN 1 Palu. Pasalnya, pembangunan gedung baru merupakan hasil perjuangan panjang setelah madrasah itu mengalami kerusakan akibat gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah beberapa tahun silam.
Kepala MAN 1 Palu, Dr Hj Rusdiana SPd MPd, mengungkapkan bahwa keberhasilan memperoleh bantuan SBSN tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang disertai ikhtiar dan optimisme.
Dalam sambutannya dia berkata bahwa MAN 1 Kota Palu adalah Madrasah yang terefek gempa tsunami 2028 dan memang snagat memprihatikan, ini smeua berkat perjuangan dari para pemimpin-pemimpin kami di atas. Sebagaimana pertemuan dahulu disebutkan SBSN 2026 hanya ada MAN IC Palu. MAN 1 Palu tetap menyiapkan proposal jauh belumnya serta berpikir positif dan ternyata MAN 1 Palu juga bisa dapat bantuan SBSN.
“Mungkin ini nama naya jalur langit, yaitu doa dari seluruh masyarakat, seluruh dewan guru dan para pemipin kami,”
Menurutnya, perjuangan menghadirkan gedung baru diawali dari kondisi ruang belajar yang sudah tidak layak digunakan pascagempa. Sejumlah ruang kelas mengalami keretakan cukup parah sehingga dilakukan asesmen bersama instansi teknis sebagai dasar pengajuan bantuan.
Didukung oleh Anggota Komisi VIII DPR RI, Matindas J Rumambi yang mengawali dengan meninjau langsung kondisi sekolah pasca gempa pada September 2018. Dulu ada banyak kelas yang tidak layak. Dinding retak lebar setelah mengalami gempa 7 tahun silam. Kerja sama dengan kantor PU untuk assessment dan mengatakan bahwa gedung kelas sudah tidak layak. Maka ini yang jadi alas data pihak MAN 1 Palu untuk mengajukan proposal. Ini perjuangan dan proses yang luar biasa, karena ini adalah bantuan SBSN pertama dalam periode jabatan selaku Kepala MAN 1 Palu.
Rusdiana menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus mendampingi proses pengusulan hingga bantuan pembangunan akhirnya disetujui pemerintah.
“Olehnya kami sangat berterima kasih atas perhatian kepada MAN 1 Palu. Sebab sebagaimana yang kami sampaikan bahwa hal ini adalah perjuangan para pemimpin kami yang slelau mensuport dan memberikan arahan,”
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Ketua Tim Sarana Prasarana, Tim Sarana Prasarana Kementerian Agama kabupaten/kota, serta masyarakat sekitar MAN 1 Palu yang terus memberikan dukungan terhadap pengembangan madrasah.
Bagi MAN 1 Palu, pembangunan tersebut bukan sekadar penambahan fasilitas fisik, tetapi menjadi fondasi baru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan daya saing madrasah di masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, H Muh. Syamsu Nursi SPd MM, menjelaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana pendidikan madrasah melalui pembiayaan SBSN.
Dalam laporannya, ia mengungkapkan bahwa MAN 1 Palu sebelumnya juga telah beberapa kali memperoleh dukungan pembangunan pascabencana. Setelah mendapatkan bantuan gedung SBSN pada 2020, kemudian pembangunan RKB dan asrama pada 2023, tahun ini kembali memperoleh dua paket pembangunan sekaligus.
Menurutnya, proses tersebut bermula dari kunjungan Anggota DPR RI Komisi VIII ke MAN 1 Palu yang kemudian ditindaklanjuti Kementerian Agama dengan meminta kelengkapan proposal.
Melalui DIPA Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, MAN 1 Palu memperoleh pembangunan satu unit Gedung Ruang Kelas Belajar (RKB) Tipe 1 yang terdiri atas enam ruang kelas serta satu unit Laboratorium IPA Terpadu Tipe 1 lengkap dengan mobiler.
Laboratorium terpadu tersebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp6,2 miliar, sedangkan pembangunan Gedung RKB dialokasikan sekitar Rp3,5 miliar.
Pembangunan Laboratorium IPA Terpadu Tipe 1 dikerjakan oleh CV Dian Ayu Sejahteraja berdasarkan kontrak tertanggal 31 Juli 2026 dengan target penyelesaian pada 28 Desember 2026 atau selama 150 hari kalender.
Sementara pembangunan Gedung RKB Tipe 1 dilaksanakan oleh CV Maju Bersama berdasarkan kontrak tertanggal 31 Juli 2026 dengan target penyelesaian pada 28 Desember 2026.
“Jadi kedua paket waktu pengerjaannya selama 150 hari kalender. Selain pengerjaan kontruksi gedung paket pembangunannya juag dilengkapi dengan pengadaan mobiler sebagai penunjang sarana pembelajaran. Diharapkan dapat dimanfaatkan secara normal untuk mendukung proses belajar mengajar di MAN 1 Palu,” terangnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Dr H Junaidin SAg MA, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan MAN 1 Palu memperoleh dua paket pembangunan SBSN sekaligus.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan prestasi yang patut dibanggakan dan menjadi bukti kepercayaan pemerintah terhadap pengembangan MAN 1 Palu di bawah kepemimpinan Kepala Madrasah saat ini.
“Begitu turun (anggran, red), tidak tanggung-tanggung langsung dapat dua dan dau-dunya adalah tipe kelas satu,” puji Kakanwil atas suksesnya MAN 1 mendapatkan bantuan gedung RKB dan gedung Laboratorium terpadu.
Kakanwil menilai pembangunan tersebut bukan sekadar menghadirkan bangunan baru, melainkan investasi jangka panjang bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah.
“Kalo pendidikan itu adalah manusia, maka ruang kelas adalah ruang tamu, ruang kelas adalah tempat ilmu menyapa. Sedangkan laboratorium itu seperti dapur temnpat untuk kita melakukan eksperimen, memasak pengetahuan dan perpustakaan itu adalah nutrisi otak Saya menganalogikan seperti itu,” ujarnya.
Ia berharap seluruh proses pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal, menghasilkan bangunan yang berkualitas, serta dikelola secara transparan dan akuntabel.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh pihak yang terlibat agar menjaga amanah dalam pelaksanaan proyek sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh peserta didik dalam jangka panjang.
“Setiap rupiah harus diperlakukan sebagai amanah negara,” tutupnya.***
Editor : Nur Soima Ulfa