RADAR PALU – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (Untad) menggelar hari kedua Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas di Lapangan Basket FMIPA Untad, Kamis (30/7). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 Wita itu diikuti sebanyak 540 mahasiswa baru yang berasal dari delapan program studi.
Ketua Panitia PKKMB FMIPA Untad 2026, Harsano Jayadi, mengatakan sebanyak 540 mahasiswa baru tersebut merupakan mahasiswa yang dinyatakan lulus melalui berbagai jalur seleksi masuk Universitas Tadulako, termasuk Program Khusus Jalur Pemenuhan Kouta Perguruan Tinggi (PKPT).
"Jumlah mahasiswa baru FMIPA tahun ini sebanyak 540 orang yang telah dinyatakan lulus melalui berbagai jalur penerimaan, termasuk mahasiswa dari jalur PKPT. Seluruhnya mengikuti rangkaian PKKMB Fakultas sebagai bekal awal sebelum memasuki perkuliahan," ujarnya.
Baca Juga: BOSDA Sulteng Naik 3 Kali Lipat, Disdik Ingatkan Hak Siswa Berkebutuhan Khusus Jangan Terabaikan
Delapan program studi tersebut meliputi Fisika, Matematika, Kimia, Biologi, Farmasi, Statistika, Teknik Geofisika, dan Sains Data. PKKMB Fakultas berlangsung selama dua hari, yakni 29–30 Juli 2026, dan akan dilanjutkan dengan PKKMB tingkat jurusan pada Jumat (31/7).
Berbagai agenda mewarnai pelaksanaan hari kedua PKKMB, mulai dari bakti kerja sama, parade organisasi kemahasiswaan, talk show bertema kebencanaan, hingga penampilan kreativitas mahasiswa baru.
Baca Juga: DPRD Morut Desak PT Grand Dragon Transport Patuhi Hak Buruh
Dekan FMIPA Untad, Lufsyi Mahmuddin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa baru yang telah bergabung menjadi bagian dari keluarga besar FMIPA Untad. Ia berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kemampuan akademik, karakter, serta menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
"Kami berharap nantinya mahasiswa FMIPA mampu menghasilkan riset, inovasi, serta pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat, daerah, dan kemajuan ilmu pengetahuan," ujar Lufsyi.
Salah satu agenda utama dalam PKKMB hari kedua adalah Talk Show bertema "Saintis, Tanggap dan Mitigasi Bencana" yang menghadirkan dua narasumber, yakni Rustan Efendi dan Abdullah, yang merupakan dosen FMIPA Universitas Tadulako.
Materi yang disampaikan membahas pentingnya pemahaman mengenai karakteristik bencana, mitigasi bencana, pemetaan risiko, hingga upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya di Sulawesi Tengah yang berada di kawasan sesar aktif dan memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi.
Salah satu pemateri, Abdullah, mengapresiasi semangat mahasiswa baru selama mengikuti sesi talk show.
"Anak-anak mahasiswa baru FMIPA sangat bersemangat. Tentu materi ini sangat relevan karena Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, berada di kawasan sesar aktif dan rawan bencana. Pengetahuan mengenai kebencanaan menjadi bekal penting agar mereka memahami cara menghadapi potensi bencana sejak dini," katanya.
Baca Juga: Disdik Sulteng Ingatkan Sekolah Kelola Dana BOSP, BOSDA, dan BOSKIN Sesuai Aturan, LPJ Jadi Sorotan
Sementara itu, Rustan Efendi, menambahkan bahwa edukasi kebencanaan merupakan bekal penting yang harus dimiliki mahasiswa, tidak hanya sebagai pengetahuan akademik, tetapi juga sebagai kemampuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kami berharap mahasiswa baru tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan mitigasi bencana di lingkungan sekitarnya serta menjadi agen edukasi bagi masyarakat dalam meningkatkan kesadaran terhadap kesiapsiagaan bencana," ujarnya.
Sepanjang pelaksanaan PKKMB, mahasiswa baru tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Partisipasi aktif terlihat dalam sesi diskusi, tanya jawab, hingga berbagai agenda yang disiapkan panitia.***
Editor : Muhammad Awaludin