RADAR PALU – Aspirasi warga saat masa reses tak selalu berakhir menjadi usulan di ruang rapat. Anggota DPRD Kota Palu dari Fraksi Golkar, Arif Miladi, memilih menindaklanjutinya dengan aksi nyata melalui pendirian kursus Bahasa Inggris gratis bagi anak-anak di Kecamatan Ulujadi.
Program pendidikan nonformal itu dijalankan melalui Yayasan Bina Karya Khatulistiwa yang berlokasi di Jalan Munif Rahman I. Gagasan tersebut lahir setelah Arif menerima banyak keluhan dari para orang tua yang ingin anak-anak mereka belajar Bahasa Inggris, tetapi terkendala biaya kursus.
"Awalnya karena permintaan ibu-ibu saat reses. Mereka ingin anaknya pintar Bahasa Inggris, tetapi tempat kursus mahal," kata Arif Miladi kepada Radar Palu di Kantor DPRD Kota Palu, Kamis (23/7).
Baca Juga: Kenali Gejala CVT Kotor, Tarikan Motor Matic Berat hingga BBM Boros
Aspirasi itu kemudian diterjemahkan menjadi program nyata. Arif mendirikan yayasan yang membuka kelas Bahasa Inggris tanpa memungut biaya bagi anak-anak, khususnya di wilayah Ulujadi.
Ia mengungkapkan, proses persiapan memakan waktu sekitar empat hingga lima bulan sebelum program resmi berjalan pada Mei 2026.
"Kami persiapkan sekitar empat sampai lima bulan, kemudian mulai berjalan pada Mei 2026. Sekarang sudah memasuki dua bulan pelaksanaan," ujarnya.
Baca Juga: Dinas Pangan Sulteng Pastikan Stok Pangan Aman, Fokus Jaga Stabilitas Harga
Saat ini, sekitar 20 anak telah mengikuti kegiatan belajar tersebut. Sebagian besar merupakan siswa sekolah dasar yang ingin meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris sejak dini.
Menurut Arif, tingginya minat masyarakat menunjukkan kebutuhan terhadap pendidikan nonformal yang mudah diakses masih cukup besar.
Meski demikian, pengembangan program masih terkendala keterbatasan fasilitas. Ruang belajar yang digunakan masih sederhana dan jumlah tenaga pengajar juga belum memadai.
"Saya masih membutuhkan bantuan tenaga pengajar dan ruangan yang lebih baik agar anak-anak bisa belajar dengan nyaman," katanya.
Selama ini, proses belajar mengajar ditangani oleh seorang pengajar yang akrab disapa Miss Citra. Arif mengatakan, pengajar tersebut mengabdikan waktu dan kemampuannya secara sukarela tanpa menerima imbalan.
"Saya menyiapkan tempatnya, sementara teman saya, Miss Citra, mengikhlaskan tenaga, pikiran, dan kemampuannya untuk mengajar. Kami punya tujuan yang sama, yaitu mencerdaskan anak-anak Kota Palu agar bisa belajar Bahasa Inggris secara gratis," tuturnya.
Baca Juga: Dugaan Pelanggaran Etika Penagihan di Purworejo, OJK Panggil Kredivo dan KrediFazz
Arif berharap semakin banyak pihak, termasuk pemerintah maupun masyarakat, dapat berkolaborasi mendukung keberlanjutan program tersebut. Dengan dukungan yang lebih luas, ia optimistis semakin banyak anak di Kota Palu memperoleh kesempatan belajar Bahasa Inggris tanpa terbebani biaya.
Baginya, pendidikan nonformal dapat menjadi pelengkap pembelajaran di sekolah sekaligus membekali generasi muda dengan kemampuan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global.***
Editor : Muhammad Awaludin