Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

FLS2N-O2SN SLB Sulteng 2026 Ditutup, Tangis Siswa Jadi Motivasi Menuju Nasional

Ade Safitri • Jumat, 22 Mei 2026 | 11:04 WIB
Suasana haru penutupan FLS2N dan O2SN SLB Sulawesi Tengah 2026 di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng.(Andika Nur Hikmah/Radar Palu)
Suasana haru penutupan FLS2N dan O2SN SLB Sulawesi Tengah 2026 di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng.(Andika Nur Hikmah/Radar Palu) 

RADAR PALU - Kompetisi FLS2N dan O2SN SLB tingkat Sulawesi Tengah resmi ditutup di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat (22/5/2026). Penutupan ajang bagi siswa berkebutuhan khusus itu berlangsung penuh haru setelah sejumlah peserta terlihat menangis usai pengumuman pemenang. 

Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Disdik Sulteng, Muhammad Warsita, mengaku tersentuh melihat perjuangan para siswa selama kompetisi berlangsung. 

“Adik-adik yang berjuang hari ini, tangisan mereka adalah tantangan buat kita ke depan. Bagaimana meraih prestasi ke depan. Baik melalui ODSN maupun MLTN,” ujar Warsita di hadapan guru pendamping dan orang tua siswa. 

Baca Juga: Rahasia SD Madani Palu Borong 7 Medali O2SN Bibit Dicetak Sejak Kelas 1!

Suasana Aula Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah sempat terasa panas akibat cuaca ekstrem di Palu. Namun, suasana berubah hangat saat para peserta diberi motivasi agar tetap semangat meski belum berhasil meraih juara. 

“Kepada peserta yang belum sempat meraih juara, teruslah belajar. Teruslah berlatih dan meningkatkan kompetensi di bidang masing-masing,” kata Warsita. 

Ajang FLS2N dan O2SN SLB 2026 mempertemukan siswa berkebutuhan khusus dari berbagai daerah di Sulawesi Tengah. Kompetisi berlangsung dengan sejumlah cabang seni dan olahraga yang diikuti para siswa SLB. 

Baca Juga: SDN 3 Palu Borong Juara, Dominasi FLS3N-O2SN Terbukti

Dalam penutupan acara, Warsita mengingatkan para pemenang agar tidak cepat puas dengan capaian di tingkat provinsi. Menurut dia, target berikutnya adalah membawa nama Sulawesi Tengah ke tingkat nasional. 

“Kepada yang juara, jadikan ini motivasi bahwa target kalian bukan hanya pada tingkat provinsi,” ujarnya. 

Ia juga meminta dukungan guru pembina, pelatih, dan kepala sekolah untuk terus mendampingi siswa dalam meningkatkan kemampuan mereka, baik untuk kompetisi daring maupun luring. 

Selain itu, Warsita menyampaikan permohonan maaf dari pimpinan Disdik Sulteng yang tidak dapat hadir karena sedang menjalankan tugas dinas di luar daerah. Meski demikian, ia memastikan dukungan pemerintah terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus tetap berjalan. 

Pada kesempatan itu, Warsita memberi sinyal bahwa pelaksanaan FLS2N dan O2SN SLB tahun depan kemungkinan digelar dengan konsep luar ruangan atau outdoor. Langkah tersebut disebut untuk memberikan pengalaman baru bagi para peserta. 

Acara kemudian ditutup secara resmi dengan pengetukan mikrofon sebagai tanda berakhirnya kompetisi tingkat provinsi tahun ini.

Momen penutupan semakin emosional ketika para guru, peserta, dan panitia bernyanyi bersama. Lagu “Kemesraan” karya Iwan Fals menjadi penutup suasana haru dalam kegiatan tersebut.***

Editor : Muhammad Awaludin
#O2SN 2026 #FLS2N SLB #pendidikan khusus #berita Palu hari ini #sulawesi tengah