Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Laris Manis! Ikan Lele Budidaya Murid SMKN 6 Palu Jadi Rebutan

Ade Safitri • Selasa, 19 Mei 2026 | 18:55 WIB
Plt. Kepala Sekolah SMKN 6 Palu  Asri Djagorante saat memperlihatkan kolam ikan air tawar tempat para siswanya melaksanakan praktek agribisnis perikanan, Selasa (1952026).
Plt. Kepala Sekolah SMKN 6 Palu Asri Djagorante saat memperlihatkan kolam ikan air tawar tempat para siswanya melaksanakan praktek agribisnis perikanan, Selasa (1952026).

RADAR PALU – Siapa sangka kolam-kolam praktik di sudut belakang sekolah bisa berubah menjadi mesin pencetak uang bagi para siswa. Sektor Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) SMKN 6 Palu kini sukses mengembangkan budidaya mandiri yang omzetnya menjanjikan. Hasil panen berupa ikan konsumsi segar bahkan langsung habis terjual di lingkup internal sebelum sempat menyentuh pasar tradisional.

Plt. Kepala Sekolah SMKN 6 Palu, Asri Djagorante saat ditemui di sekolah, Selasa (19/5/2026) membenarkan bahwa program ketahanan pangan berbasis sekolahan ini sudah berjalan efektif. Para siswa mengelola kolam secara harian, mulai dari pembibitan hingga manajemen sirkulasi air menggunakan wadah galon daur ulang.

"Kami Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT). Jadi, kami ada beberapa kolam pengembang biakan ikan air tawar. Hasil dari situ kalau ikannya sudah bisa dikonsumsi, sudah besar. Nah, kita arakan dari APAT itu menawarkan. Dari rekan Bapak Ibu Guru. Dan hasil itu dikembalikan untuk pengembangan jurusan itu. Kami sudah lakukan," kata Asri penuh semangat. 

Baca Juga: Gebrakan SMKN 6 Palu: 7 Jurusan Kejuruan Kini Punya Nilai Jual Tinggi!

Sistem penjualannya terbilang unik karena mengutamakan ekosistem terdekat. Begitu ikan-ikan tersebut mencapai ukuran konsumsi, para siswa langsung bergerak melakukan penetrasi pasar ke ruang-ruang guru.

"Kebanyakan (hasil panen ikan) dijual, ditawarkan oleh program ini. Kalau sudah besar, malah ditawarkan ke Bapak Ibu Guru, siapa yang mau beli ikan ini. Gurunya banyak ngambilin," bukanya.

Tidak hanya menjual ikan segar, jurusan APAT juga melayani pemesanan bibit ikan bagi warga atau kolega yang ingin membuka usaha serupa secara mandiri di rumah.

"Jenis ikan di sini masih dua, masih ikan lele dan ikan nila. Kalau per kilo ikannya, kalau nggak salah sekitar 30 ribu. Kemarin yang dijual 30 ribu itu yang saya lihat ikan lele. Satu kilo. Itu kalau nila (harganya) di atas dari ikan lele itu," urai Asri. 

Baca Juga: SPMB SMKN 2 Palu 2026 Dibuka, Ini Emam Jurusannya

Meski peminat dari luar mulai berdatangan menjelang musim libur, pihak sekolah sengaja membatasi distribusi agar perputaran modal tetap aman di bawah kendali program studi keahlian.

"Untuk sejauh ini yang saya tahu masih terbatas, rekan bapak ibu guru. Tapi, ada juga yang dari luar dipesan satu-satu. Satu orang maksudnya. Ada yang dari luar pesan, sudah panen. Ya, kita jual, diambil dari teman. Teman guru baru dibawa," tutupnya.

Asri berharap adanya jurusan yang berpeluang meningkatkan inovasi di bidang perikanan serta berpotensi bisnis untuk para siswanya ini mendapatkan dukungan lebih. Mengingat saat ini, SMKN 6 Palu masih kekurangan fasilitas dalam pengembangan budidaya ikan air tawar tersebut. Hal ini juga tampak dari pantauan lapangan bahwa kolam ikan tanpa atap sehingga risiko gagal panen jauh lebih tinggi. Asri pun menitipkan pesan agar pemerintah turut mendukung inovasi akademis SMKN 6 Palu.***

Editor : Muhammad Awaludin
#SMKN 6 Palu #Budidaya Ikan SMK #Ikan Lele Palu #Agribisnis Perikanan #Usaha Mandiri Siswa