RADAR PALU – Tinggal jauh dari orang tua di usia remaja menjadi tantangan tersendiri bagi siswa Sekolah Rakyat (SR) di Sulawesi Tengah. Untuk membantu proses adaptasi siswa di lingkungan asrama, Sekolah Rakyat menghadirkan sistem pendampingan khusus bernama Wali Asuh.
Program tersebut dikonfirmasi Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 Palu, Anita, saat ditemui Senin (18/5/2026). Menurutnya, Wali Asuh memiliki peran berbeda dengan guru maupun wali kelas karena fokus mendampingi kehidupan sehari-hari siswa di asrama.
Berbeda dengan guru yang mendampingi saat proses belajar mengajar berlangsung, Wali Asuh bertugas memberikan perhatian personal kepada siswa, baik terkait akademik maupun persoalan sosial.
Baca Juga: Mau Daftar Sekolah Rakyat? Intip Ekstrakurikuler Keren & Syarat Masuknya
“Wali Asuh itu yang secara lebih personal mendampingi anak-anak. Bedanya dengan guru, wali kelas itu domain tugasnya pada saat jam pelajaran. Nah, hal-hal yang berkaitan dengan kendala anak-anak, Wali Asuh yang mendampingi,” jelas Anita.
Apa Tugas Wali Asuh di Sekolah Rakyat?
Dalam sistem yang diterapkan Sekolah Rakyat, satu orang Wali Asuh bertanggung jawab mendampingi 10 siswa. Pendampingan dilakukan secara intens agar perkembangan siswa dapat dipantau lebih dekat.
Peran Wali Asuh tidak hanya berkaitan dengan nilai akademik. Mereka juga menjadi tempat siswa menyampaikan persoalan pribadi, kesulitan beradaptasi, hingga masalah sosial selama tinggal di asrama.
Jika ada siswa yang mengalami konflik dengan teman, kesulitan mengikuti pelajaran, atau merasa rindu keluarga, Wali Asuh menjadi pihak pertama yang memberikan pendampingan.
Pembagian pendamping juga disesuaikan berdasarkan jenis kelamin siswa. Wali Asuh perempuan mendampingi siswa perempuan, sementara siswa laki-laki didampingi Wali Asuh laki-laki.
“Kenapa seperti itu? Agar supaya nanti untuk membangun kedekatan, mendekatkan emosional juga lebih bagus, pemberian pendampingan juga bisa lebih beragam,” tuturnya.
Pendampingan Siswa Dilakukan Secara Rutin
Selain membangun kedekatan emosional, Wali Asuh juga rutin berkoordinasi dengan wali kelas untuk memantau perkembangan siswa di sekolah maupun asrama.
Koordinasi tersebut dilakukan agar hambatan akademik dan sosial siswa dapat segera diketahui dan ditangani lebih cepat. Sistem ini juga menjadi bagian dari pembentukan pendidikan karakter di lingkungan Sekolah Rakyat.
Keberadaan Wali Asuh diharapkan membantu siswa tetap nyaman selama menjalani pendidikan berbasis asrama di Sekolah Rakyat Sulawesi Tengah.***
Editor : Muhammad Awaludin