RADAR PALU – Budaya membaca bukan lagi sekadar slogan di SDN Inpres 2 Talise. Di bawah komando Suryana M. Makawaru, sekolah ini menyulap perpustakaan menjadi pusat gravitasi siswa.
"Perpustakaan itu menurut saya jantungnya sekolah. Literasinya di situ," tegas Suryana saat berbincang di SDN Inpres 2 Talise, Jumat (8/5/2026).
Pihak sekolah punya jurus jitu bernama 'Garasi' atau Gerakan Rabu Literasi. Setiap hari Rabu, seluruh siswa wajib membaca selama 15 menit di halaman sekolah, lalu menceritakan kembali isinya.
Baca Juga: Nyentrik! Kepsek di Palu Ini Ternyata Penulis Buku Solo Ber-ISBN
Tak hanya itu, Suryana menerapkan jadwal ketat agar ruang perpustakaan tidak pernah sepi. Kelas 6 di hari Senin, hingga kelas 4 di hari Rabu. Targetnya jelas: perpustakaan jangan sampai kosong.
"Jangan sampai kosong perpustakaan. Itu target saya. Kita buat pembiasaan agar anak-anak mengenal perpustakaan dulu," tambahnya.
Bahkan, sekolah ini sudah membawa siswanya 'go public' dengan rutin mengunjungi Perpustakaan Kota Palu. Tujuannya agar saat lulus nanti, siswa tidak hanya mengenal buku di sekolah, tapi juga haus akan ilmu di tempat lain.
Demi menjangkau generasi Z, SDN Inpres 2 Talise juga eksis di media sosial. Mereka mengelola grup Facebook khusus bertajuk "Kamaimo Mobaca SDN Inpres 2 Talise" sebagai ruang ajakan literasi digital.***
Editor : Muhammad Awaludin