Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Nyentrik! Kepsek di Palu Ini Ternyata Penulis Buku Solo Ber-ISBN

Ade Safitri • Sabtu, 9 Mei 2026 | 15:53 WIB
Suryana M. Makawaru menunjukkan koleksi buku karya pribadinya yang menjadi bahan bacaan siswa di perpustakaan sekolah.(Ade Safitri/Radar Palu)
Suryana M. Makawaru menunjukkan koleksi buku karya pribadinya yang menjadi bahan bacaan siswa di perpustakaan sekolah.(Ade Safitri/Radar Palu)

 

RADAR PALU – Sosok Suryana M. Makawaru dikenal sebagai kepala sekolah yang sederhana dan dekat dengan siswa. Namun di balik aktivitasnya memimpin sekolah, ia ternyata memiliki sisi lain sebagai seorang penulis dan sastrawan. 

Kepala SDN Inpres 2 Talise itu aktif menulis buku dan telah menerbitkan dua buku solo ber-ISBN, sesuatu yang masih jarang dilakukan tenaga pendidik di daerah. 

“Saya kan penulis. Sudah dua buku solo. Yang pertama autobiografi, yang kedua buku anak,” ujar Suryana saat ditemui, Sabtu (9/5/2026). 

Baca Juga: Jaksa Agung ST Burhanuddin Kunjungi Kejari Sigi, Perkuat Penegakan Hukum Berintegritas di Sulawesi Tengah

Berbeda dengan banyak penulis pemula yang biasanya memulai lewat buku antologi bersama, Suryana memilih langsung menerbitkan karya pribadi secara mandiri. 

Dua buku yang telah diterbitkannya melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yakni Uta Bavoa ri Bavo nu Meja: Sayur Bavoa di atas Meja serta Gara Talise: Garam Talise. 

Kedua buku tersebut kini tidak hanya menjadi koleksi pribadi, tetapi juga dijadikan bahan bacaan siswa di perpustakaan sekolah. 

Baca Juga: Pengamat: Banjir Bandang Landa Sejumlah Wilayah, BRIN Kemana Elnino Godzilla?

Suryana bahkan memperbanyak bukunya menggunakan dana BOS agar dapat dibaca langsung oleh para murid. 

Menurutnya, penting bagi siswa untuk melihat bahwa guru dan kepala sekolah juga mampu menghasilkan karya literasi. 

“Masa karya kita sendiri tidak bisa dikonsumsi anak-anak? Harus. Supaya mereka kenal, oh Kepsek saya sudah menulis juga,” tuturnya. 

Darah seni dan literasi rupanya telah melekat pada dirinya sejak muda. 

Pada tahun 2001, Suryana pernah meraih Juara 2 Lomba Cipta Puisi yang digelar Dewan Kesenian Kota Palu lewat karya berjudul Gelisah Rakyat Kecil. 

Baginya, menulis bukan sekadar hobi, tetapi cara meninggalkan jejak pemikiran yang dapat terus hidup untuk generasi berikutnya. 

“Tulisan kita, kita mati pun masih orang konsumsi. Makanya kita menulis yang baik-baik,” katanya. 

Baca Juga: Rekam Jejak Kapolda Sulteng yang Baru Brigjen Nasri, Berpengalaman di Reskrim dan Pembinaan

Pengalaman di dunia literasi itu kemudian ia dedikasikan kembali kepada para siswa di sekolahnya. 

Di tengah kesibukan sebagai kepala sekolah, Suryana tetap aktif mendampingi siswa mengikuti berbagai lomba literasi dan seni. 

Ia bahkan turun langsung menjadi mentor siswa dalam ajang FLS2N 2026 tingkat kecamatan pada cabang gambar bercerita. 

Hasilnya, siswa SDN Inpres 2 Talise berhasil meraih juara pertama. 

Bagi Suryana, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa budaya literasi harus dimulai dari lingkungan sekolah dan dicontohkan langsung oleh tenaga pendidik. 

Ia berharap semakin banyak guru di Palu yang terlibat dalam dunia literasi dan menghadirkan buku-buku edukatif bagi anak-anak. 

Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat mengajar membaca, tetapi juga ruang untuk melahirkan generasi yang mencintai tulisan dan pengetahuan.*** 

 

 

Editor : Muhammad Awaludin
#Profil Tokoh #Penulis Buku #inspirasi guru #SDN Inpres 2 Talise #sastra Palu