Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Apa Itu Penelitian Kualitatif? Cek Definisi Ahli Biar Skripsi Gaspol!

Ade Safitri • Rabu, 6 Mei 2026 | 17:38 WIB
 Ilustrasi suasana belajar mahasiswa dengan referensi metodologi penelitian kualitatif, menekankan pentingnya pemahaman konsep, kedalaman data, dan analisis makna dalam penyusunan skripsi. (Ilustrasi ai/Radar Palu)
Ilustrasi suasana belajar mahasiswa dengan referensi metodologi penelitian kualitatif, menekankan pentingnya pemahaman konsep, kedalaman data, dan analisis makna dalam penyusunan skripsi. (Ilustrasi ai/Radar Palu)

RADAR PALU – Lagi pusing menyusun proposal atau skripsi tapi, masih bingung apa itu penelitian kualitatif? Tenang, kamu nggak sendirian karena memahami metodologi memang butuh trik khusus. Penelitian kualitatif seringkali dianggap "lebih santai" karena tidak berurusan dengan angka-angka rumit. Tapi benarkah demikian?

Yuk, kita bedah tuntas pengertian penelitian kualitatif menurut para pakar biar tulisan kamu makin berbobot!

Bukan Sekadar Angka 

Baca Juga: Krisis Iklim Ancam Nelayan Indonesia, Penelitian Universitas Pertamina Ungkap Penurunan Ekonomi Pesisir

Menurut Prof. Dr. H. Afifuddin dan Drs. Beni Ahmad Saebani dalam bukunya Metodologi Penelitian Kualitatif (2012), kualitatif adalah jenis penelitian yang temuannya tidak didapat melalui prosedur statistik. Metode ini sering disebut naturalistik karena dilakukan pada kondisi yang benar-benar alami alias natural setting. Jadi, kamu nggak perlu settingan laboratorium yang kaku. Dulu, metode ini sering disebut etnografi karena akrab di dunia antropologi budaya. 

Intinya, semua data yang terkumpul di lapangan akan dianalisis secara kualitatif, bukan hitung-hitungan rumus.

Peneliti Adalah "Senjata" Utama

Bergeser ke pakar legendaris Prof. Dr. Sugiyono. Dalam bukunya Metode Penelitian & Pengembangan (Research and Development/ R&D) tahun 2019, beliau menegaskan bahwa metode kualitatif berlandaskan pada filsafat postpositivisme. 

Baca Juga: Krisis Iklim Ancam Nelayan Indonesia, Penelitian Universitas Pertamina Ungkap Penurunan Ekonomi Pesisir

Uniknya, di sini peneliti adalah instrumen kunci. Artinya, kualitas hasil penelitian sangat bergantung pada seberapa tajam kamu menggali data di lapangan.

Sugiyono juga menyebut teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi alias gabungan. Hasilnya? Lebih menekankan makna terdalam daripada sekadar generalisasi luas.

Kejar Kedalaman, Bukan Keluasan

Senada dengan itu, Prof. Dr. R. Poppy Yaniawati dan Prof. Dr. Rully Indrawan punya pandangan menarik dalam buku terbaru mereka “Metodologi Penelitian: Konsep, Teknik, dan Aplikasi” yang terbit tahun 2024. 

Mereka mengungkapkan bahwa pendekatan kualitatif itu fokus pada satu variabel atau objek saja. Kenapa? Karena tujuan utamanya adalah kedalaman informasi. Jadi, daripada meneliti 1.000 orang tapi cuma kulitnya saja, kualitatif lebih memilih meneliti sedikit orang tapi dikupas sampai ke akar-akarnya.

Memahami Makna Sosial

Terakhir, ada kutipan fenomenal dari Creswell yang sering jadi rujukan internasional. Ditilik dari Sugiyono dalam bukunya Metode Penelitian & Pengembangan (Research and Development/ R&D) tahun 2019. Menurutnya, riset kualitatif adalah cara untuk mengeksplorasi dan memahami makna dari masalah sosial atau kemanusiaan.  

Baca Juga: Menjelang Wisuda, Mahasiswa Palu Pilih Kerja atau Fokus Skripsi?

Prosesnya sangat dinamis. Kamu mulai dari pertanyaan yang muncul di lapangan, mengumpulkan data di tempat partisipan, lalu menyusunnya menjadi tema-tema besar. Laporan akhirnya pun punya struktur yang fleksibel. Sangat cocok buat kamu yang punya gaya tulisan naratif dan suka bercerita tentang fakta di lapangan.

Nah, dari sekian banyak definisi ahli di atas, mana yang paling cocok dengan rencana penelitianmu? Jangan lupa, kuncinya ada pada konsistensi dan kedalaman data!***

Editor : Muhammad Awaludin
#Penelitian Kualitatif #Metodologi Penelitian #Skripsi #Sugiyono #Tips Mahasiswa