RADAR PALU – Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Palu mulai berjibaku dengan naskah soal Ujian Akhir Sekolah (UAS) tahun ajaran 2025/2026 sejak Senin (4/5/2026). Menariknya, meski teknologi digital makin masif, pelaksanaan ujian tahun ini justru dilakukan secara manual alias menggunakan kertas, pensil, dan bolpoin.
Pemandangan ini terlihat salah satunya di SDN Model Terpadu Madani Palu. Sebanyak 94 siswa kelas 6 tampak serius mengisi lembar jawaban di bawah pengawasan ketat. Ujian akan dilaksanakan selama tiga hari mulai dari 4-6 Mei 2026 dengan dua mata pelajaran setiap harinya.
Ketua Panitia UAS SDN Model Terpadu Madani, Marthen Ruruk, mengungkapkan bahwa keputusan menggunakan metode manual ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, ada pertimbangan sarana dan prasarana yang belum merata di tingkat sekolah dasar.
Baca Juga: Reny Pastikan Poli RS Undata Tetap Buka Sabtu, WFH Tak Berlaku
"Pertimbangan dari dinas mungkin karena setiap sekolah belum memiliki sarana yang cukup, khususnya SD. Belum lagi keterbatasan orang tua, tidak semua siswa memiliki HP Android," ujar Marthen saat ditemui di lokasi ujian, Senin (4/5/2026).
Selain masalah perangkat, faktor kestabilan sinyal internet di beberapa titik juga menjadi kekhawatiran pihak penyelenggara. Alhasil, metode konvensional dipilih demi menjamin kesetaraan bagi seluruh siswa.
Meski menggunakan kertas, Marthen menjamin tingkat kebocoran soal nol persen. Ia menjelaskan, naskah soal yang diambil dari gugus langsung diamankan di ruang kepala sekolah yang dikunci rapat.
Baca Juga: Pengawasan Silang UAS SD Palu: Ruang Guru Dikunci, Soal Segelan!
"Ruang guru tidak ada seorang pun yang masuk kecuali panitia dan pengawas dinas. Kerahasiaan kita jamin, tidak ada orang luar yang tahu," tegas Marthen yang juga menjabat Wakasek Sarana Prasarana ini.
Berbeda dengan Ujian Nasional (UN) zaman dulu yang soalnya dari pusat, soal UAS kali ini dikelola secara kolektif di tingkat gugus sekolah dengan sepengetahuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu.
Sementara itu, Koordinator Pengawas (Korwas) Disdikbud Kota Palu, I Nengah Sukama, memastikan integritas ujian tetap terjaga melalui sistem pengawasan silang. Ia memberikan gambaran, pengawas dari sekolah A akan bertugas di sekolah B dalam satu gugus.
"Kita jaga kemurnian dan kejujurannya. Di SDN Madani ini ada 5 ruangan, jadi ada 10 pengawas yang bertugas. Satu ruangan diisi 20 siswa dengan dua pengawas," jelas I Nengah.
Ia menambahkan, segel soal baru dibuka tepat di depan para siswa untuk membuktikan bahwa materi ujian belum tersentuh siapa pun. I Nengah pun memasang target tinggi untuk kelulusan tahun ini.
"Harapan saya, anak-anak di Kota Palu bisa berhasil 100 persen. Kita tidak mungkin targetkan di bawah itu, semua harus sukses menjawab soal dengan baik," pungkasnya optimis.
Ujian ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu mendatang. Pihak sekolah sendiri mengaku sudah memberikan bekal tambahan berupa les sore sejak Januari lalu agar para siswa siap menghadapi soal-soal berbasis wacana dan data.***
Editor : Muhammad Awaludin