RADAR PALU - Jangan harap bisa main mata di Ujian Akhir Sekolah (UAS) SD se-Kota Palu tahun ini. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu menerapkan pengawalan berlapis demi menjaga "kemurnian" nilai para siswa.
Salah satu jurusnya adalah sistem pengawasan silang antarsekolah yang dikelompokkan per gugus. Guru dari sekolah lainlah yang akan memelototi jalannya ujian di kelas agar tidak terjadi kecurangan.
"Kita sudah sepakat, kepengawasan tetap dilakukan silang untuk menjaga kemurnian dan kejujurannya," kata Koordinator Pengawas (Korwas) Disdikbud Kota Palu, I Nengah Sukama, di SDN Madani Palu, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: SPIM dan FSPIM-KBSI Gelar Aksi Damai di Depan Kantor DPRD Morowali
I Nengah menjelaskan, di SDN Madani sendiri dikerahkan 10 pengawas untuk 5 ruangan. Artinya, setiap ruangan dijaga oleh dua orang pengawas dari luar sekolah yang memantau ketat gerak-gerik 20 siswa di setiap kelasnya.
Bagaimana dengan rahasia soal? Jangan ditanya. Marthen Ruruk, Ketua Panitia di SDN Madani, menyebut naskah soal diperlakukan seperti dokumen negara yang sangat sensitif.
"Soal kami ambil dari gugus, dimasukkan di ruang guru, kemudian kami kunci. Tidak ada seorang pun yang masuk kecuali panitia bersama pengawas," ungkap Marthen.
Baca Juga: Tak Mau Siswa Gugup, SDN Madani Palu Geber Les Sore Sejak Januari
Bahkan, segel soal baru boleh dibuka tepat di depan mata siswa sesaat sebelum ujian dimulai. Ini dilakukan untuk membuktikan bahwa soal tersebut belum tersentuh siapa pun, termasuk kepala sekolah sekalipun.
I Nengah Sukama menegaskan, pihaknya mematok target kelulusan 100 persen untuk Kota Palu. Namun, target itu harus dicapai dengan cara-cara yang jujur dan bermartabat.***
Editor : Muhammad Awaludin