RADAR PALU – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SD Inpres 1 Tanamodindi pada hari kedua, Selasa (28/4/2026), berlangsung tanpa celah. Sang Kepala Sekolah, Elfian, memilih 'turun gunung' mengawal langsung jalannya ujian demi memastikan 46 siswanya bertarung dengan maksimal.
"Saya tidak cuma berharap pada guru. Saya ikut kontrol, dampingi persiapan, sampai cek soal bersama-sama," tegas Elfian saat ditemui di lokasi.
Ketegasan Elfian bukan tanpa alasan. Baginya, TKA bukan sekadar angka di atas kertas, tapi pertaruhan mental siswa kelas 6 yang akan melangkah ke jenjang lebih tinggi. Meski menggunakan sistem sesi dengan keterbatasan jumlah chromebook, Elfian menjamin teknis di lapangan tetap "aman terkendali".
Baca Juga: Air Mata di Balik Medali, Siswa SDN 24 Palu Borong Juara
"Anak-anak di-cas dulu mentalnya, alatnya juga dicek satu-satu. Jangan sampai ada kendala baterai atau koneksi pas mereka lagi konsentrasi," tambahnya dengan nada mantap.
Menariknya, persiapan TKA di sekolah ini tidak kaku. Elfian mengolaborasikan materi dari buku hingga teknologi AI seperti Gemini untuk memperkaya bank soal siswa. Hasilnya? Pada try out sebelumnya, sudah ada siswa yang menyentuh angka 92.
Baca Juga: Keren! SDN 5 Palu Jadi Sekolah Rujukan Google, Guru Tua Pun Melek IT
Sebuah capaian yang bikin optimis meski tantangan soal di tingkat atas dikenal cukup 'anjur'. Namun, di balik kesuksesan teknis, ada cerita haru soal satu siswa yang terpaksa tidak ikut karena dibawa orang tuanya tanpa kabar.
"Kami sudah datangi rumahnya, tapi tetap tidak ada kabar. Sebagai pendidik, tentu ada rasa kehilangan satu anak yang tidak ikut berjuang bersama teman-temannya," ungkapnya pelan.
Elfian percaya, kuncinya bukan pada seberapa cerdas anak itu lahir, tapi pada kemauan dan kehadiran guru yang mengevaluasi setiap progres setiap hari.***
Editor : Muhammad Awaludin