RADAR PALU – Lonjakan peminat MTs Negeri 2 Kota Palu bikin persaingan makin ketat. Tahun ajaran 2026/2027, pendaftar tembus 700 orang, sementara kursi tersedia hanya 288 siswa.
Artinya, lebih dari separuh calon siswa terancam tak lolos.
Kuota Terbatas, Seleksi Ketat
Kepala MTsN 2 Palu, Munira Labalado, memastikan sekolah hanya membuka 9 rombongan belajar (rombel).
Baca Juga: MTsN 2 Palu Gembleng Siswa lewat Genesis, Disiapkan Tembus Olimpiade Nasional
“Tahun ini kami siapkan 9 kelas. Sudah sekitar 700 pendaftar, dan ini belum ditutup,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Seleksi dilakukan lewat jalur prestasi dan reguler. Namun, standar yang diterapkan tak biasa.
Wajib Lancar Al-Quran Sejak Awal
Semua siswa yang diterima harus sudah bisa membaca Al-Quran dengan lancar. Tidak ada lagi pembelajaran dasar seperti Iqra di sekolah.
Baca Juga: UTBK Untad Diikuti 9.992 Peserta, Kampus Kunci Listrik-Internet demi Cegah Gangguan
“Di sini langsung menghafal. Kelas 7 wajib hafal Juz 30 sebagai syarat naik ke kelas 8,” tegas Munira.
Jika tidak mampu memenuhi target hafalan, siswa dipastikan tidak naik kelas.
Naik Kelas? Harus Hafal Juz 29
Standar tak berhenti di situ. Untuk naik ke kelas 9, siswa wajib menuntaskan hafalan Juz 29.
Aturan ini bahkan sudah disepakati sejak awal dengan orang tua siswa.
“Komitmen ini ditandatangani. Jadi tidak ada protes kalau anaknya tidak naik kelas karena hafalan,” katanya.
Baca Juga: Ditolak Sekolah Lain, Anak Difabel Diterima di GKST Imanuel Palu: Tanpa Syarat Rumit
Orang Tua Ikut Awasi Lewat Aplikasi
Untuk memastikan disiplin, sekolah menggunakan aplikasi “Klik Masada”.
Lewat sistem ini, orang tua bisa memantau kehadiran siswa secara real-time melalui barcode yang terhubung ke WhatsApp.
Tak hanya itu, aktivitas ibadah seperti salat Duha, Dzuhur, hingga Ashar juga ikut terpantau.***
Editor : Muhammad Awaludin