RADAR PALU - Hampir 10 ribu peserta memadati UTBK-SNBT di Universitas Tadulako. Kampus langsung mengunci dua hal krusial: listrik dan internet agar ujian tak terganggu.
Sebanyak 9.992 peserta, termasuk empat penyandang disabilitas, mengikuti ujian dengan sistem pengamanan ketat.
Infrastruktur Dikunci, Ujian Dijaga Ketat
Pelaksanaan UTBK dipusatkan di kampus Untad dengan 26 ruang ujian dan 506 pengawas.
Baca Juga: PT CPM Angkat Peran Perempuan, dari Penanganan Stunting hingga Pemberdayaan UMKM
“Seluruh ruangan sudah disegel untuk menjaga keamanan dan integritas ujian,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Prof. Andi Rusdin.
Mayoritas peserta berasal dari Sulawesi Tengah, terutama Kota Palu, Donggala, dan Parigi Moutong.
Antisipasi Kecurangan, Pengawasan Diperketat
Rektor Untad, Prof. Amar, menegaskan pentingnya integritas dalam seleksi nasional ini.
Ia mengingatkan panitia untuk waspada terhadap praktik perjokian hingga upaya kecurangan lainnya.
“Pelaksanaan harus tertib, aman, dan transparan,” tegasnya.
Listrik dan Internet Jadi Prioritas
Untad tak mau ambil risiko. Kampus berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan listrik stabil tanpa pemadaman.
Bahkan, jaringan listrik baru disiapkan khusus menjaga kestabilan selama ujian berlangsung.
Selain itu, koneksi internet juga diamankan bekerja sama dengan Telkom.
Baca Juga: Pemkab Poso Tandatangani Kerjasama Pemanfaatan Data Kependudukan
“Seluruh perangkat komputer sudah diverifikasi dan siap digunakan,” tambah Amar.
Digelar Bertahap Hingga 30 April
UTBK-SNBT di Untad dijadwalkan berlangsung dua sesi per hari, mulai 23 hingga 30 April 2026.
Panitia diminta terus melakukan evaluasi agar pelaksanaan tetap lancar hingga hari terakhir.***
Editor : Muhammad Awaludin