Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Literasi 15 Menit SDN 9 Palu Tembus 10 Besar Kota

Ade Safitri • Rabu, 15 April 2026 | 19:47 WIB
Siswa SDN 9 Palu membaca bersama di lapangan sebelum masuk kelas, bagian dari program literasi 15 menit yang mengantar sekolah masuk 10 besar kota. (Istimewa)
Siswa SDN 9 Palu membaca bersama di lapangan sebelum masuk kelas, bagian dari program literasi 15 menit yang mengantar sekolah masuk 10 besar kota. (Istimewa)

RADAR PALU - Program literasi 15 menit tiap pagi di SDN 9 Palu berbuah hasil: perpustakaan sekolah ini tembus 10 besar terbaik tingkat Kota Palu 2025.

Program ini dijalankan setiap hari sebelum bel masuk. Seluruh siswa wajib membaca di lapangan selama 15 menit, lalu dilanjutkan dengan kunjungan perpustakaan yang dijadwalkan bergilir.

Kepala SDN 9 Palu, Mukhtar, mengatakan capaian tersebut diraih meski persiapan lomba sangat singkat, hanya tujuh hari. “Kami tidak menyangka bisa masuk 10 besar. Itu jadi pemicu untuk berbenah lebih serius,” ujarnya, Selasa (14/4). 

Baca Juga: Skor TKA SMP 2026 Diprediksi Serendah SMA, Alarm Literasi

Disiplin Pagi Jadi Kunci

Rutinitas membaca sebelum belajar menjadi fondasi utama budaya literasi di sekolah ini. Siswa dibiasakan berinteraksi dengan buku sejak pagi, bukan sekadar formalitas program.

Menurut Mukhtar, kebiasaan ini perlahan mengubah minat baca siswa. Perpustakaan tidak lagi sepi, tetapi menjadi ruang aktif yang dikunjungi secara teratur.

Program ini juga diperkuat dengan sistem kunjungan terjadwal, memastikan seluruh siswa mendapat akses yang sama terhadap bahan bacaan.

Pembenahan Fasilitas Dikebut

Meski sukses menembus 10 besar, sekolah mengakui masih ada kekurangan, terutama dari sisi fasilitas. Pendingin ruangan (AC) menjadi salah satu catatan utama dalam penilaian lomba.

“Tahun ini sudah kami masukkan dalam RKA. Kami ingin perpustakaan lebih nyaman,” kata Mukhtar.

Selain itu, sekolah menambah tenaga pengelola perpustakaan melalui skema P3K dan tenaga paruh waktu. Langkah ini dilakukan untuk memperbaiki sistem katalog dan pelayanan buku. 

Baca Juga: Untad Terima 3.048 Buku dari China, Perkuat Literasi Global

Dipantau Lewat Jurnal Bulanan

Untuk menjaga konsistensi program, perpustakaan diwajibkan menyusun laporan jurnal setiap bulan. Laporan ini menjadi alat evaluasi perkembangan literasi siswa.

“Dari jurnal itu kita bisa lihat potensi siswa, siapa yang menonjol. Ini penting untuk pembinaan ke depan,” jelas Mukhtar.

Sekolah berharap program ini tidak hanya berdampak pada prestasi lomba, tetapi juga kualitas lulusan. Targetnya, siswa SDN 9 Palu memiliki budaya baca yang kuat sejak dini.

Langkah lanjutan difokuskan pada peningkatan fasilitas dan penguatan manajemen perpustakaan, agar capaian 10 besar bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan di tahun berikutnya***

Editor : Muhammad Awaludin
#SDN 9 palu #budaya membaca #Pendidikan Palu #perpustakaan sekolah #literasi sekolah