Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kemenag Siapkan Struktur Ditjen Pesantren Baru

Ade Safitri • Sabtu, 4 April 2026 | 17:09 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Suyitno. (ANTARAHO-Kemenag)
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Suyitno. (ANTARAHO-Kemenag)

RADAR PALU - Kementerian Agama (Kemenag) tengah mematangkan struktur Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren usai Perpres pembentukannya diteken Presiden Prabowo Subianto. Informasi ini dilansir dari ANTARA.

Langkah cepat diambil Kemenag untuk memastikan Ditjen Pesantren berjalan optimal. Saat ini, penyusunan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) tengah difinalisasi.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar mengatakan, proses ini dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh kebutuhan pesantren.

“Kita mencoba mendalami semua kebutuhan pesantren agar tidak ada yang tertinggal. Setidaknya ada tiga fungsi utama yang menjadi fokus, yaitu pendidikan, pemberdayaan, dan dakwah,” ujar Thobib di Jakarta, Jumat (3/4/4/2026)

Dalam rancangan yang disusun, Ditjen Pesantren tidak hanya berfungsi administratif, tetapi juga menjadi motor penggerak melalui lima direktorat strategis. 

Baca Juga: Febriyanthi Hongkiriwang Dorong Pendidikan Teologi Perkuat Moderasi Beragama dan Persatuan Nasional

Direktorat tersebut meliputi Pendidikan Muadalah, Diniyah Formal, dan Kajian Kitab Kuning, serta Direktorat Pendidikan Ma’had Aly.

Selain itu, terdapat Direktorat Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Al-Quran yang akan memperkuat pendidikan keagamaan di pesantren.

Tak hanya pendidikan, Ditjen Pesantren juga mencakup Direktorat Pemberdayaan Pesantren dan Direktorat Pengembangan Dakwah Pesantren.

Menurut Thobib, seluruh unit dirancang saling terintegrasi berdasarkan kebutuhan riil di lapangan.

“Setiap unit dirancang saling melengkapi dengan dasar kebutuhan riil di lapangan,” tegasnya.

Kemenag memandang pesantren sebagai potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap. Perannya dinilai strategis, mulai dari pendidikan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

Baca Juga: Transformasi Pendidikan 2026, Guru Didorong Melek AI

Program Beasiswa Santri Berprestasi menjadi salah satu contoh keberhasilan pesantren dalam mencetak lulusan yang mampu bersaing di perguruan tinggi umum.

Meski memiliki potensi besar, sejumlah pesantren masih menghadapi keterbatasan sarana dan sumber daya manusia.

Kondisi tersebut membuat penguatan melalui Ditjen Pesantren menjadi penting agar pemerataan kualitas pendidikan dapat terwujud.

“Dengan adanya Ditjen Pesantren, diharapkan simpul-simpul pesantren dapat semakin bergerak dan mendapat dukungan lebih baik, termasuk dalam hal sarana prasarana, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan dakwah,” pungkas Thobib.

Pembentukan Ditjen Pesantren diharapkan menjadi langkah konkret pemerintah dalam memperkuat peran pesantren sebagai pilar pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.***

Editor : Muhammad Awaludin
#ditjen pesantren #pesantren indonesia #pendidikan agama #Kebijakan pemerintah #Kemenag