Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Unik! SD di Palu Tunjuk Siswa Dominan Jadi Duta Anti-Bullying

Ade Safitri • Jumat, 6 Maret 2026 | 13:33 WIB

Siswa SD Inpres 1 Tondo Palu yang ditunjuk sebagai duta anti-bullying membantu mencegah perundungan antar teman di lingkungan sekolah, Jumat (6/3/2026).
Siswa SD Inpres 1 Tondo Palu yang ditunjuk sebagai duta anti-bullying membantu mencegah perundungan antar teman di lingkungan sekolah, Jumat (6/3/2026).

RADAR PALU – Cara unik dilakukan SD Inpres 1 Tondo Palu untuk mencegah kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah. Siswa yang dikenal dominan di kelas, bahkan yang sering dianggap “nakal”, justru ditunjuk menjadi duta anti-bullying.

Strategi ini diterapkan sekolah setelah melihat banyak konflik antar siswa yang kerap bermula dari ejekan, khususnya memanggil nama orang tua teman yang kemudian berujung pada perkelahian. 

 

 

 

Kepala SD Inpres 1 Tondo, Satria, mengatakan langkah tersebut lahir dari keprihatinan pihak sekolah terhadap kasus perundungan yang sempat sering terjadi. 

 

“Awalnya anak-anak saling mengejek dengan memanggil nama orang tua. Dari situ ada yang tersinggung, akhirnya saling memukul dan terjadilah bullying,” kata Satria, Jumat (6/3/2026). 

Menurutnya, siswa yang memiliki pengaruh kuat di kelas justru dipilih sebagai duta anti-bullying karena lebih didengar oleh teman-temannya.

“Dalam tanda kutip kenakalannya itu yang kami manfaatkan. Justru dia yang kami tunjuk menjadi duta anti-bullying supaya dia bisa mengingatkan teman-temannya,” jelasnya. 

Program tersebut telah berjalan sejak 2024 dan dinilai cukup efektif menekan konflik antar siswa. Kasus pertengkaran yang sebelumnya kerap terjadi kini mulai berkurang.

Selain menunjuk duta anti-bullying, sekolah juga memperkuat peran guru kelas agar mampu melakukan pendekatan bimbingan konseling ketika muncul persoalan antar siswa.

Guru olahraga sekaligus pembina duta anti-bullying, Ramlawati, mengatakan pendekatan kepada siswa dilakukan secara persuasif, terutama saat kegiatan olahraga di lapangan yang rawan terjadi persinggungan.

“Kita cari dulu penyebabnya. Jangan langsung saling menyalahkan karena kadang yang memulai itu sebenarnya tidak sengaja,” ujarnya. 

Saat ini, sekolah juga melakukan regenerasi duta anti-bullying dengan memilih perwakilan siswa dari kelas 1 hingga kelas 5 untuk menggantikan siswa kelas 6 yang akan lulus.

Setiap kelas memiliki dua duta yang terdiri dari siswa laki-laki dan perempuan. Salah satu di antaranya adalah Alea Putri, siswi kelas 3A yang telah menjalankan peran tersebut sejak tahun lalu. 

Alea mengaku senang dipercaya menjadi duta anti-bullying karena dapat membantu mengingatkan teman-temannya agar tidak saling mengejek atau berkelahi.

“Seru. Bisa belajar bersama teman dan bermain juga,” kata Alea.

Pihak sekolah berharap keberadaan para duta ini dapat menjadi contoh bagi siswa lain sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan di SD Inpres 1 Tondo Palu.***

Editor : Muhammad Awaludin
#SD Inpres 1 Tondo Palu #Pendidikan Palu #Radar Palu #bullying sekolah Palu #pencegahan perundungan sekolah #duta anti bullying siswa