Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Festival Kaligrafi PKBM An-Nahl, Siswa PAUD-SD Unjuk Karya dan Bidik Profesi Kaligrafer

Ade Safitri • Rabu, 4 Maret 2026 | 14:49 WIB

 Siswa PKBM An-Nahl memamerkan karya dalam Festival Kaligrafi 2026, ajang apresiasi dan edukasi profesi kaligrafer di Palu.
Siswa PKBM An-Nahl memamerkan karya dalam Festival Kaligrafi 2026, ajang apresiasi dan edukasi profesi kaligrafer di Palu.

RADAR PALU - Festival Kaligrafi digelar di PKBM An-Nahl, Selasa (3/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang apresiasi karya siswa dari jenjang PAUD hingga SD kelas 1 sampai 6 yang selama ini rutin belajar dan berlatih seni menulis indah huruf Arab.

Pemilik Yayasan Tinta Emas Peradaban, Muhammad Rahmani atau yang akrab disapa Abah Anki, menjelaskan festival tersebut merupakan implementasi dari proses belajar yang sudah menjadi rutinitas murid. 

 

 

 

“Temanya memang Festival Kaligrafi karena kegiatan ini kita buat dalam rangka aplikasi karya atau yang memang sebenarnya sudah jadi rutinitas mereka setiap belajar,” ujar Abah Anki. 

Uniknya, seluruh rangkaian kegiatan banyak melibatkan siswa. Mereka terlibat sejak tahap pengkaryaan, penyusunan rundown acara, dekorasi ruangan, hingga kepanitiaan.

Khalifah Aqeel Tsaniy, siswa kelas 6 Matahari yang dipercaya menjadi ketua panitia, mengaku bercita-cita menjadi kaligrafer. Ia menjelaskan proses pembuatan karya yang dipamerkan.

“Pertama diukir pakai pensil dulu, kalau sudah dibuat bingkainya, baru dibuat hiasannya, lalu ditebalkan, dan siap dipajang,” ungkap Aqeel.

Sementara itu, Fathi Raditya dari kelas 6 Matahari selaku Koordinator Acara menyebut dirinya turut menyusun susunan kegiatan bersama Abah Anki.

“Kalau tulisan Arabnya dibantu Ustazah, habis itu saya tebali sendiri. Semoga ini menjadi amal jariyahnya Ustazah,” tuturnya. 

Festival berlangsung pada 2-13 Maret 2026 dengan berbagai agenda menarik. Pada 9-10 Maret akan digelar live calligraphy bersama Sanggar Seni Al-Hasyim pukul 09.00-11.30 WITA. Kemudian 11 Maret diisi dengan nonton bareng dan games.

Tanggal 12 Maret akan ada penampilan story telling dari kelas Matahari, teater kelas Bumi, serta talkshow bertema “Peluang Profesi Kaligrafi di Masa Akan Datang” bersama Ustazah Syarifah dan Sanggar Kaligrafi. Kegiatan ditutup 13 Maret dengan play date karya kaligrafi murid PAUD dan berbagi takjil yang dirangkaikan buka puasa bersama.

Menurut Abah Anki, festival ini bukan sekadar pameran karya, melainkan ruang berekspresi dan pembentukan kepercayaan diri siswa. Karya yang ditampilkan merupakan arsip sejak 2023 hingga karya terbaru. 

Media yang digunakan pun beragam, mulai dari kertas hingga barang bekas seperti playmat. Selain kaligrafi, dipamerkan pula gambar, kliping, alat matematik buatan siswa, dan berbagai kreasi lainnya.

Ia berharap kegiatan serupa ke depan dapat digelar lebih besar, bahkan tidak menutup kemungkinan di luar lingkungan sekolah.

“Harapannya, mereka bisa mengapresiasi karya mereka. Mereka tahu bahwa gambar yang mereka bikin itu bisa jadi masa depan mereka. Orang tua juga jadi tahu, jadi kaligrafer itu bukan profesi ecek-ecek, tapi bisa menjanjikan,” tutupnya.

Festival ini sekaligus membuka wawasan bahwa seni kaligrafi bukan hanya keterampilan estetika, tetapi juga peluang profesi kreatif di masa depan.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Festival Kaligrafi 2026 #live calligraphy #Radar Palu #profesi kaligrafer #kaligrafi anak #PKBM An Nahl