RADAR PALU - Suasana Ramadan mulai terasa di sekolah-sekolah dasar di Kota Palu. Kegiatan pesantren kilat digelar hampir serentak, salah satunya di SD Inpres Bumi Sagu yang melibatkan siswa kelas 1 hingga kelas 6.
Selama tiga hari, siswa mengikuti salat duha, tadarus, hingga materi keagamaan sebagai bagian dari pembinaan karakter selama bulan suci.
Kegiatan tersebut ditinjau langsung Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kota Palu, Hadijah Al-Hasni, Selasa (24/2). Ia menyebut pesantren kilat bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari kebijakan pembinaan siswa selama Ramadan.
Menurutnya, pelaksanaan kegiatan itu telah diatur melalui kebijakan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan, yang kemudian diturunkan melalui edaran pemerintah daerah.
“Setiap sekolah sudah mengetahui kegiatan ini harus dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan karakter siswa di bulan Ramadan,” kata Hadijah.
Selain untuk siswa, pesantren kilat juga menjadi bagian dari evaluasi tenaga pendidik. Guru PAI yang telah tersertifikasi diwajibkan melaporkan kegiatan Ramadan sebagai bagian dari administrasi sertifikasi.
Di SD Inpres Bumi Sagu, kegiatan berlangsung sejak pagi. Siswa mengikuti salat duha bersama, dilanjutkan tadarus Al-Qur’an dan materi keagamaan yang disampaikan guru.
Guru PAI SD Inpres Bumi Sagu, Desiwati, mengatakan pesantren kilat memperluas kegiatan ibadah yang biasanya sudah rutin dilakukan di sekolah.
“Kalau hari biasa hanya salat duha. Saat pesantren kilat, ditambah tadarus dan materi keagamaan,” ujarnya.
Menariknya, kegiatan juga diselipi materi umum. Pada hari pertama, siswa mendapat materi sains tentang metamorfosis kupu-kupu yang dibawakan langsung oleh pengawas.
Sekolah juga memastikan siswa non-muslim tetap mengikuti pembinaan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing dengan pendampingan guru agama.***
Editor : Muhammad Awaludin