RADAR PALU - Suasana belajar di SMP Negeri 2 Palu kini pelan-pelan berubah. Layar Chromebook mulai berdampingan dengan buku tulis di atas meja kelas.
Sekolah ini menargetkan diri menjadi Sekolah Rujukan Google, sebuah langkah yang tak sekadar mengikuti tren, tetapi menata ulang cara belajar dan mengelola pendidikan berbasis digital.
Kepala SMPN 2 Palu, Erik Ruben, mengatakan transformasi ini difokuskan pada peningkatan kualitas pembelajaran.
“Program unggulan di sini bagaimana meningkatkan kualitas pembelajaran. Sekarang siswa akan digiring ke transformasi digital,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).
Sebanyak 60 unit Chromebook bantuan pemerintah sudah digunakan dalam kegiatan belajar. Di beberapa ruang kelas, Smart TV bantuan Presiden juga mulai dimanfaatkan untuk menunjang materi ajar.
Perangkat tersebut terintegrasi dengan akun Belajar.id dan Google Workspace for Education. Guru dan siswa bisa berbagi materi, mengerjakan tugas, hingga berdiskusi secara daring dalam satu sistem yang sama.
Menurut Erik, pendekatan ini lebih mudah diterima siswa. Mereka terlihat lebih antusias saat pembelajaran melibatkan teknologi.
“Anak-anak sekarang lebih suka belajar seperti itu. Mereka sangat tertarik kalau menggunakan alat-alat teknologi,” katanya.
Meski begitu, sekolah tidak serta-merta meninggalkan metode konvensional. Buku dan pulpen tetap digunakan. Sistem pembelajaran berjalan secara hybrid.
Tantangan masih ada. Koneksi internet yang kadang melambat dan keterbatasan daya listrik menjadi hambatan di beberapa waktu.
Namun semangat belajar siswa disebut tetap tinggi. Bahkan, saat jaringan sekolah tidak stabil, sebagian siswa rela berbagi hotspot menggunakan kuota pribadi.
“Kadang-kadang anak-anak tetering pakai data sendiri karena kemauan belajarnya tinggi,” tambah Erik.
Ke depan, pihak sekolah berharap dukungan infrastruktur listrik dan internet bisa semakin optimal agar proses digitalisasi berjalan lebih stabil.***
Editor : Muhammad Awaludin