Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Saat Sekolah Lain Bersiap, SD Al-Azhar Mandiri Palu Sudah Ajarkan Koding Sejak 2019

Ade Safitri • Senin, 2 Februari 2026 | 16:13 WIB

 

Siswa SD Al-Azhar Mandiri Palu mengikuti kegiatan pembelajaran koding menggunakan perangkat komputer sebagai bagian dari penguatan literasi teknologi
Siswa SD Al-Azhar Mandiri Palu mengikuti kegiatan pembelajaran koding menggunakan perangkat komputer sebagai bagian dari penguatan literasi teknologi

RADAR PALU – Ketika wacana koding mulai dibicarakan sebagai bagian dari kurikulum nasional, sebagian sekolah dasar masih bersiap menata arah. Namun di Palu, SD Al-Azhar Mandiri Palu sudah lebih dulu melangkah mengenalkan pemrograman kepada siswanya.

Sekolah swasta ini berdiri sejak 2017. Adapun pembelajaran koding mulai diterapkan pascagempa Palu, sekitar tahun 2019, sebagai bagian dari upaya pemulihan sekaligus transformasi pembelajaran berbasis teknologi.

Kepala SD Al-Azhar Mandiri Palu, Intan Rukmana, menyebut pengenalan koding dilakukan jauh sebelum isu ini menguat di tingkat kementerian. 

“Sekolah ini berdiri tahun 2017. Untuk koding, kami mulai terapkan setelah gempa Palu, sekitar 2019. Itu sebelum koding ramai dibicarakan masuk kurikulum nasional,” kata Intan saat ditemui, Senin (2/2/2026).

Pembelajaran koding diberikan melalui kegiatan praktik langsung. Siswa diperkenalkan pada aplikasi berbasis visual seperti Scratch untuk membuat karya digital sederhana.

“Mereka tidak hanya teori. Anak-anak sudah praktik membuat game-game sederhana. Ada yang sudah berhasil membuat,” ujarnya.

Menurut Intan, koding tidak semata bertujuan mengenalkan teknologi. Lebih dari itu, koding melatih cara berpikir logis dan kemampuan menyelesaikan masalah secara bertahap.

“Koding itu mengajarkan problem solving. Anak-anak belajar menyusun langkah, mencoba, lalu memperbaiki kesalahan,” jelasnya.

Ia menegaskan, sekolah memiliki peran penting dalam mengarahkan pemanfaatan teknologi agar tidak bersifat konsumtif. Melalui koding, siswa dikenalkan pada penggunaan teknologi yang produktif dan bernilai.

“Teknologi harus digunakan untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain,” tambahnya.

Terkait rencana pemerintah memasukkan koding ke dalam kurikulum, Intan menilai kebijakan tersebut sudah tepat. Namun ia menyarankan agar koding tidak berdiri sebagai mata pelajaran tersendiri.

Menurutnya, pendekatan integratif akan lebih efektif, dengan materi koding disisipkan ke berbagai mata pelajaran, sebagaimana yang selama ini diterapkan di SD Al-Azhar Mandiri Palu.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Radar Palu #kurikulum koding #literasi teknologi siswa #SD Al Azhar Mandiri Palu #pendidikan digital Palu #koding sekolah dasar