Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bukan Sekadar Nama Unik, SMA Otak Kanan Palu Usung Misi Besar: Cetak Generasi Pintar dan Tangguh Iman

Ade Safitri • Rabu, 28 Januari 2026 | 15:54 WIB
Kepala SMA Otak Kanan Palu, Kartika, bersama anak didiknya.
Kepala SMA Otak Kanan Palu, Kartika, bersama anak didiknya.

RADAR PALU– Nama SMA Otak Kanan kerap mengundang rasa penasaran. Bagi sebagian orang, jenama sekolah yang menggunakan istilah anggota tubuh manusia terdengar nyentrik. Namun di baliknya, tersimpan visi pendidikan yang serius dan penuh makna.

Kepala SMA Otak Kanan Palu, Kartika, menegaskan bahwa pemilihan nama tersebut bukan gimmick. Ia lahir dari filosofi keislaman yang kuat tentang arah hidup dan tujuan pendidikan. 

 

 

 

“Kami ingin anak-anak ini menjadi golongan kanan. Dalam Al-Qur’an, golongan kanan adalah mereka yang beriman dan bertakwa,” ujar Kartika saat ditemui Radar Palu Jawa Pos Group, Rabu (28/1/2026). 

Di tengah dunia pendidikan yang semakin kompetitif dan berorientasi angka, Kartika melihat ada persoalan besar yang kerap luput: krisis karakter. Menurutnya, banyak sekolah terlalu fokus pada transfer ilmu, namun abai pada pembentukan kepribadian dan kematangan mental.

Fenomena itu melahirkan generasi yang, kata Kartika, “cepat balig tapi belum akil”. Secara fisik tampak dewasa, namun secara mental dan spiritual belum siap menghadapi kehidupan.

“Kami tidak ingin anak-anak hanya balig secara fisik. Mereka harus akil secara kedewasaan. Ketika ditanya kenapa salat, mereka paham maknanya, bukan sekadar rutinitas,” tegasnya. 

Karena itu, SMA Otak Kanan menjadikan prinsip “adab dulu, baru ilmu” sebagai fondasi utama pendidikan. Nilai-nilai iman, akhlak, dan kerendahan hati ditanamkan sejak awal sebelum siswa diajak mengejar prestasi akademik.

Kartika juga menyoroti fenomena mental rapuh di kalangan pelajar saat ini. Tekanan akademik dan sosial yang tinggi, tanpa pondasi karakter yang kuat, dinilai berpotensi melahirkan sikap mudah menyerah hingga tindakan ekstrem ketika menghadapi masalah.

“Jiwa seorang muslim itu ikhtiar. Saat ada masalah, dia kembali kepada Allah. Kita ini kecil sekali, bahkan dari Mars pun tidak terlihat. Filosofi rendah hati itu yang kami tanamkan,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, SMA Otak Kanan ingin menghadirkan model pendidikan yang tidak hanya mencetak siswa cerdas, tetapi juga manusia yang sadar tujuan hidup, kuat secara mental, dan kokoh secara iman.

Di tengah sorotan publik terhadap mutu pendidikan dan karakter generasi muda, SMA Otak Kanan Palu mencoba menawarkan jalan berbeda: pendidikan yang tidak hanya mengisi kepala, tetapi juga menumbuhkan jiwa.***

 

Editor : Muhammad Awaludin
#Pendidikan iman Palu #sekolah berbasis karakter #Radar Palu #adab sebelum ilmu #Sekolah Islam Palu #SMA Otak Kanan Palu